Pegolf Inggris Lottie Woad Puncaki Evian Championship, Nelly Korda Tersingkir
Baca dalam 60 detik
- Lottie Woad mencetak 64 pukulan pada putaran kedua untuk memimpin Evian Championship dengan total 11-under, unggul satu pukulan dari Aki Iwai.
- Nelly Korda, peringkat satu dunia, gagal lolos cut setelah hanya mencatat satu-over, mengakhiri rentetan 10 turnamen tanpa gagal cut.
- Kegagalan Korda terjadi bersamaan dengan berakhirnya rekor cut berturut-turut Scottie Scheffler di PGA Tour, menandai hari yang berat bagi golf dunia.

Pegolf Inggris Lottie Woad memimpin klasemen Evian Championship setelah putaran kedua, Jumat (11/7), dengan skor fantastis tujuh-under 64. Di sisi lain, Nelly Korda, pegolf nomor satu dunia, justru harus angkat koper lebih awal setelah gagal melewati batas cut.
Woad, yang baru berusia 22 tahun pada Januari lalu dan memulai karier profesional pada 2025, kini mengoleksi total 11-under par. Ia unggul satu pukulan atas pegolf Jepang Aki Iwai yang memimpin di hari pertama. Pencapaian ini makin spesial karena Woad pernah meraih kartu LPGA Tour di tempat yang sama setahun lalu.
โSaya punya kenangan indah dari tahun lalu di sini. Saya suka lapangan ini, itu pasti membantu,โ ujar Woad yang finis ketiga pada Evian Championship 2025. Ia menambahkan bahwa peningkatan terjadi di semua aspek, terutama mental. โSaya lebih tenang di bawah tekanan karena sudah sering berada di posisi seperti ini.โ
Woad mencatat delapan birdie dengan satu bogey di hole 10 par-4. Setelah bogey itu, ia langsung membalas dengan tiga birdie beruntun dan nyaris mencetak eagle di hole 18 par-5 sebelum menuntaskan dengan birdie. Senjata rahasianya? Payung matahari untuk melawan suhu 33 derajat Celsius. โTidak banyak angin, jadi panas sekali. Saya pakai payung dan isi ulang air setiap hole,โ katanya.
Kegagalan Korda menjadi kejutan besar. Ia datang dengan ambisi meraih Grand Slam karier di Evian Resort Golf Club, namun hanya mampu membukukan 69 pada putaran kedua, cukup untuk satu-over. Ini adalah kali pertama Korda gagal cut sejak Juni 2024. Ironisnya, pada hari yang sama, Scottie Scheffler, pegolf nomor satu pria, juga mengakhiri rentetan cut berturut-turutnya di Genesis Scottish Open.
Bagi penggemar golf Indonesia, performa Woad dan kegagalan Korda menjadi sorotan. Indonesia sendiri belum memiliki wakil di turnamen mayor putri, namun perkembangan golf Asia, khususnya Jepang dan Thailand, bisa menjadi inspirasi. Kehadiran Jeeno Thitikul di papan atas menunjukkan dominasi Asia di golf putri kian kuat.
Sejumlah nama besar lain juga tersingkir, termasuk Allisen Corpuz, Lilia Vu, Carlota Ciganda, Celine Boutier, dan Leona Maguire. Mereka gagal menembus cut yang ditetapkan pada satu-over. Sementara itu, Woad akan memulai putaran ketiga dengan kepercayaan diri tinggi, berusaha meraih gelar mayor pertamanya.
Dengan tiga kemenangan profesional dan peringkat empat dunia, Woad kini berada di posisi lebih tinggi dari rekan senegaranya, Charley Hull, di ranking global. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa dan mengatasi tekanan di akhir pekan? Atau justru Iwai atau Saigo yang akan mencuri perhatian?



