Inter Incar Chalobah, Bek Chelsea Tolak Tawaran Crystal Palace Demi San Siro
Baca dalam 60 detik
- Trevoh Chalobah menolak proposal Crystal Palace karena hanya ingin bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas ini.
- Inter menjadikan bek Chelsea itu sebagai prioritas utama setelah kepergian Acerbi dan De Vrij, namun negosiasi harga masih terganjal permintaan โฌ35-40 juta.
- Klub Serie A lain, Como, juga telah dua kali gagal mendekati Chelsea, sementara Inter berharap mencapai kesepakatan dalam beberapa pekan ke depan.

Inter Milan kian serius memburu bek Chelsea, Trevoh Chalobah, setelah sang pemain menolak tawaran Crystal Palace karena hanya ingin bermain di Stadio Giuseppe Meazza musim depan. Langkah ini menjadi prioritas baru Nerazzurri setelah mereka mengamankan tanda tangan Anan Khalaili dari Union Saint-Gilloise.
Kepergian Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij sebagai agen bebas membuat lini belakang Inter kehilangan dua pilar sekaligus. Manajemen klub pun bergerak cepat mencari pengganti, dan nama Chalobah muncul sebagai target utama. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, pembicaraan dengan perwakilan pemain sudah berlangsung selama berminggu-minggu dan tidak ada kendala berarti terkait syarat pribadi.
Namun, kesepakatan antarklub masih menjadi ganjalan. Chelsea membanderol Chalobah dengan harga โฌ40 juta, meski sumber lain seperti Sky Sport menyebut angka โฌ35 juta. Inter diyakini ingin menekan biaya transfer, mengingat kondisi keuangan klub yang masih dalam pemulihan pasca-pandemi.
Menariknya, Chelsea sempat mencoba memasukkan Chalobah dalam skema tukar tambah plus uang untuk mendatangkan Maxence Lacroix dari Crystal Palace. Namun, bek berusia 24 tahun itu menolak pindah ke London Selatan karena hanya menginginkan Inter. Sikap tegas Chalobah ini menjadi sinyal kuat bahwa ia sudah bulat meninggalkan Stamford Bridge.
Di sisi lain, Como yang baru promosi ke Serie A juga sempat mengajukan dua tawaran, namun kandas. Presiden Como, Mirwan Suwarso, bahkan disebut menghubungi CEO Inter Beppe Marotta untuk menyatakan tidak akan terlibat perang harga dengan Nerazzurri. Hal ini menunjukkan betapa Chalobah menjadi rebutan di Italia, meski Inter tetap berada di posisi terdepan.
Bagi pembaca di Indonesia, saga transfer ini menarik karena Chalobah merupakan salah satu bek muda Inggris yang mulai menonjol. Jika ia resmi berseragam Inter, maka Serie A akan kembali memiliki wajah baru di lini belakang. Selain itu, persaingan antarklub Italia dalam merekrut pemain Premier League bisa menjadi indikator daya tarik Liga Italia yang semakin pulih.
Ke depan, Inter harus segera menyepakati harga dengan Chelsea atau mencari alternatif lain jika negosiasi buntu. Dengan waktu bursa yang terus berjalan, keputusan dalam beberapa pekan mendatang akan menentukan apakah Chalobah benar-benar menjadi pilar pertahanan Nerazzurri atau justru berlabuh di klub lain.



