Como Gelontorkan Lebih dari €100 Juta demi Debut di Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A Como telah mengeluarkan lebih dari €100 juta untuk belanja pemain baru, dipimpin oleh pembelian Nico Paz dari Real Madrid senilai €60 juta.
- Investasi besar ini didukung oleh kelompok pemilik terkaya di Serie A, yang bertujuan mempercepat proyek klub tepi danau tersebut.
- Belanja diperkirakan bisa mencapai €150 juta, dengan rencana perekrutan tambahan di lini belakang dan depan.

Como, klub promosi Serie A yang tengah bersiap menapaki debut di Liga Champions musim 2026/2027, telah menggelontorkan dana lebih dari €100 juta untuk belanja pemain baru. Langkah agresif ini menandai ambisi besar klub yang dimiliki oleh kelompok investor terkaya di Italia tersebut.
Menurut laporan media Italia, Como telah menyelesaikan sejumlah transfer mahal, dengan yang terbesar adalah kesepakatan dengan Real Madrid untuk mempertahankan Nico Paz. Pemain muda Argentina itu awalnya memiliki klausul pembelian kembali sebesar €9 juta yang diaktifkan Real Madrid, namun kemudian dijual kembali ke Como dengan harga €60 juta. Kesepakatan baru ini mencakup klausul pembelian kembali senilai €80 juta yang hanya berlaku pada musim panas 2027.
Selain Paz, Como juga mendatangkan bek kanan Yan Couto dari Borussia Dortmund dengan biaya sekitar €20 juta, serta bek kiri asal Brasil Kaiki dengan status pinjaman yang diwajibkan dibeli sebesar €14 juta. Gelandang Luis Milla juga direkrut dari klub Spanyol dengan nilai €6 juta. Total belanja saat ini sudah mendekati €100 juta, dan masih ada rencana untuk merekrut Mattia Liberali dengan biaya sekitar €6 juta.
Pelatih Cesc Fabregas masih mengincar setidaknya satu bek tambahan dan seorang penyerang alternatif untuk Tasos Douvikas. Jika semua rencana terwujud, total belanja Como musim panas ini bisa mencapai €150 juta — angka yang mencengangkan untuk klub yang baru promosi ke Serie A beberapa musim lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Como ini menjadi contoh bagaimana investasi besar dan perencanaan jangka panjang dapat mengangkat status klub dalam waktu singkat. Di tengah maraknya klub-klub Eropa yang berhati-hati dengan aturan Financial Fair Play, Como justru menunjukkan bahwa dengan pemilik yang kaya raya, batasan tersebut bisa diakali. Pertanyaannya, apakah strategi ini akan berbuah manis di Liga Champions atau justru menjadi bumerang jika hasil di lapangan tidak sebanding dengan pengeluaran?



