Prabowo Peringatkan Aparat Negara: Bintangmu dari Rakyat, Jangan Khianati Kepercayaan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyerukan introspeksi bagi birokrat, militer, polisi, dan jaksa dalam acara peresmian bendungan di Lombok Barat.
- Prabowo menekankan bahwa seluruh fasilitas dan jabatan aparatur negara berasal dari rakyat, sehingga mereka wajib melayani dan tidak melawan kehendak publik.
- Kepala negara menegaskan komitmen pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, seraya mengakui adanya perlawanan dari kelompok koruptor.

Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta seluruh jajaran aparatur negara, mulai dari birokrat, perwira militer, anggota kepolisian, hingga kejaksaan, untuk melakukan introspeksi mendalam atas peran dan tanggung jawab mereka kepada rakyat. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan peresmian lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).
Dalam arahannya, Prabowo mengingatkan bahwa setiap atribut dan fasilitas yang melekat pada aparat negaraโmulai dari bintang di pundak hingga sepatu dinasโberasal dari rakyat. "Saudara adalah milik rakyat, bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu," ucapnya. Ia secara khusus menyapa jaksa yang hadir, menegaskan bahwa mereka juga milik rakyat dan harus menjalankan tugas dengan integritas.
Kepala Negara juga meminta seluruh unsur pemerintahan, birokrasi, kementerian, dan lembaga untuk membenahi diri serta tidak melawan kehendak rakyat yang menginginkan pemerintahan bersih dari korupsi dan penipuan. "Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri. Jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," tegasnya.
Prabowo juga mengakui bahwa pemerintah menghadapi tantangan dari kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai "maling-maling koruptor" dalam upaya penegakan hukum. Namun, ia menekankan bahwa proses hukum harus tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku. "Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu rasanya itu, tapi harus sesuai prosedur hukum. Ya kita laksanakan, kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja," ujarnya.
Pernyataan Presiden ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur negara untuk terus menjaga integritas dan loyalitas kepada rakyat. Di tengah berbagai capaian pembangunan yang diraih dalam waktu singkat, Prabowo menggarisbawahi bahwa perlawanan terhadap korupsi harus menjadi prioritas bersama. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah sejauh mana seruan introspeksi ini akan diimplementasikan dalam kebijakan dan tindakan nyata di lapangan.



