DBS dan POSB Beri Diskon Rp60 Ribu untuk Telur dan Beras di Supermarket Singapura
Baca dalam 60 detik
- Mulai 18 Juli hingga 29 Agustus, nasabah DBS/POSB bisa menghemat hingga S$6 (sekitar Rp60.000) untuk pembelian telur dan beras di 129 gerai Giant dan Sheng Siong setiap Sabtu.
- Program ini merupakan tahap awal dari paket bantuan S$10 juta yang diumumkan pada April untuk meredakan tekanan biaya hidup warga Singapura.
- Ke depannya, DBS juga akan memberikan cashback S$3 melalui PayLah! mulai September, melanjutkan rangkaian inisiatif serupa sejak 2023.

Mulai 18 Juli hingga 29 Agustus mendatang, nasabah DBS dan POSB di Singapura bisa menikmati potongan harga hingga S$6 (sekitar Rp60.000) untuk pembelian telur dan beras di 129 gerai Giant dan Sheng Siong setiap hari Sabtu. Program ini merupakan bagian pertama dari paket bantuan senilai S$10 juta yang diumumkan DBS pada April lalu untuk membantu warga menghadapi tekanan biaya hidup yang kian meningkat.
Dalam siaran pers yang dirilis Jumat (10/7), DBS menjelaskan bahwa setiap Sabtu, nasabah yang membayar dengan kartu kredit atau debit DBS/POSB akan mendapat potongan S$3 untuk telur dan S$3 untuk beras, tanpa syarat minimum belanja. Promo ini berlaku untuk produk-produk tertentu, seperti beras melati wangi Giant (5 kg), telur segar Giant (30 butir), beras melati wangi Happy Family, dan telur segar Egg for You (30 butir). Setiap nasabah hanya bisa menebus satu kali potongan per item per hari, dengan sistem siapa cepat dia dapat selama stok masih tersedia.
Calvin Ong, Kepala Grup Perbankan Konsumen DBS Singapura, mengatakan bahwa belanja bahan makanan akhir pekan sudah menjadi rutinitas banyak keluarga. "Dengan memberikan penghematan di hari Sabtu, kami berharap belanja mingguan menjadi lebih terjangkau," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tahun ini DBS memperluas cakupan promo ke dua jaringan supermarket sekaligusโGiant dan Sheng Siongโserta meningkatkan jumlah penebusan hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Langkah ini bukan yang pertama kali dilakukan DBS. Sejak 2023, bank tersebut telah meluncurkan serangkaian program bantuan biaya hidup, termasuk kampanye cashback S$3 melalui PayLah! untuk makanan di pusat jajanan (hawker), yang kemudian diperluas ke toko-toko di pusat kota dan pasar basah. Pada September mendatang, DBS berencana memberikan cashback S$3 lagi melalui PayLah! dengan detail yang akan diumumkan kemudian.
Bagi Indonesia, program serupa bisa menjadi inspirasi bagi perbankan nasional untuk meringankan beban masyarakat di tengah inflasi pangan yang masih tinggi. Meski skala dan mekanismenya berbeda, kolaborasi antara bank dan ritel modern seperti yang dilakukan DBS menunjukkan bahwa insentif finansial dapat diarahkan langsung ke kebutuhan pokok rumah tangga. Dengan daya beli yang tertekan, inisiatif semacam ini layak dipertimbangkan oleh regulator dan pelaku industri perbankan di Tanah Air.
Ke depan, efektivitas program ini akan bergantung pada seberapa cepat stok habis dan seberapa luas partisipasi nasabah. Apakah model diskon langsung tanpa minimum belanja ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kenaikan harga pangan, atau hanya sekadar bantuan sementara yang tidak mengubah struktur biaya hidup? Jawabannya mungkin akan terlihat dari antrean di kasir supermarket setiap Sabtu pagi.



