Jampidsus Bantah Kaitan dengan Kafe de'Clan yang Digeledah Polisi
Baca dalam 60 detik
- Febrie Adriansyah menegaskan tidak memiliki hubungan bisnis dengan kafe de'Clan Signature usai penggeledahan terkait dugaan korupsi dan pencucian uang.
- Polisi menyita brankas berisi uang tunai dalam berbagai mata uang dari lokasi yang disebut sebagai kantor di lantai dua kafe tersebut.
- Kasus ini melibatkan tiga perkara besar, termasuk dugaan korupsi di PLN Batubara dan Asabri, dengan mekanisme joint investigation.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah secara tegas membantah memiliki keterkaitan dengan kafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, yang baru-baru ini digeledah oleh penyidik Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri. Bantahan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung pada Jumat (10/7), merespons isu yang beredar di media sosial usai penggeledahan pada Rabu (8/7) lalu.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang dan korupsi yang mencakup tiga perkara besar: kasus batu bara PLN, kasus Asabri periode 2020โ2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara bersama antara Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor melalui mekanisme joint investigation.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan sebuah brankas berukuran 2x1 meter yang disembunyikan di balik lemari di lantai dua kafe. Di dalamnya ditemukan dokumen dan sejumlah uang tunai dalam berbagai mata uang, yakni dolar Singapura sebesar 3 juta, dolar AS 889.965, dan rupiah 259.159.000. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa lantai dua kafe yang difungsikan sebagai kantor telah disegel dan ditempatkan dalam status quo untuk kepentingan penyidikan.
Febrie menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan bisnis dengan kafe tersebut, seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Ia juga meminta agar proses penegakan hukum yang dilakukan kepolisian dihormati. "Sesama rekan penegak hukum tentunya saling mendukung bagaimana ini menjadi terang, menjadi jelas, dan bisa kita jelaskan kepada masyarakat. Untuk terkait pemberitaan-pemberitaan tersebut, makanya kita tunggu, ya, bagaimana nanti proses hasil penyidikannya," ujarnya.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi kejaksaan dan dugaan aliran dana yang cukup besar. Ke depan, perkembangan penyidikan akan menjadi sorotan, terutama apakah ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan korupsi dan pencucian uang ini. Masyarakat menanti transparansi dari aparat penegak hukum untuk mengungkap tuntas perkara yang telah berjalan selama beberapa tahun tersebut.



