Liverpool Siapkan Rp2 Triliun untuk Gelandang Masa Depan: Kunci Kebangkitan Florian Wirtz?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool berniat merekrut gelandang muda LOSC Lille, Ayyoub Bouaddi, dengan nilai transfer mencapai ยฃ100 juta atau setara Rp2 triliun.
- Kedatangan Bouaddi diyakini bisa menjadi solusi untuk memaksimalkan potensi Florian Wirtz yang belum tampil optimal sejak diboyong dengan rekor klub.
- Kesepakatan mungkin melibatkan peminjaman kembali ke Lille selama semusim, sehingga Bouaddi baru akan bergabung pada musim 2027/2028.

Liverpool dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar ยฃ100 juta atau sekitar Rp2 triliun untuk mengamankan tanda tangan gelandang muda berbakat asal Maroko, Ayyoub Bouaddi, dari LOSC Lille. Langkah ini menjadi bagian dari rencana besar pelatih anyar Andoni Iraola untuk mengembalikan kejayaan The Reds sekaligus memecahkan teka-teki performa bintang mahal mereka, Florian Wirtz.
Bouaddi, yang baru berusia 19 tahun, telah menarik perhatian sejumlah klub elit Eropa berkat kemampuan distribusi bola dan visi bermain yang matang. Jurnalis sepak bola Afrika, Amine el Amri, bahkan menyebutnya berpotensi menjadi salah satu gelandang terbaik sepanjang masa. Gaya bermainnya yang tenang dan efisien kerap dibandingkan dengan legenda Barcelona, Sergio Busquets. Liverpool dan Arsenal disebut-sebut sebagai peminat utama, namun The Reds diyakini lebih agresif dalam mengejar tanda tangannya.
Yang menarik, Liverpool disebut rela menerima syarat peminjaman kembali Bouaddi ke Lille selama satu musim jika itu satu-satunya cara untuk menyelesaikan transfer. Artinya, Bouaddi baru akan berseragam merah pada musim 2027/2028. Keputusan ini menunjukkan keseriusan manajemen Liverpool dalam membangun fondasi jangka panjang, meski harus bersabar demi mendapatkan pemain yang dinilai sebagai investasi masa depan.
Kehadiran Bouaddi diproyeksikan menjadi katalis bagi kebangkitan Florian Wirtz. Gelandang Jerman berusia 23 tahun itu diboyong dari Bayer Leverkusen dengan rekor transfer klub sebesar ยฃ116 juta pada musim panas lalu, namun performanya di musim perdana dianggap mengecewakan. Ia hanya mencetak tujuh gol dan sepuluh assist dalam 49 penampilan di semua kompetisi. Kritik pedas bahkan datang dari legenda Liverpool, Jamie Carragher, yang menilai Wirtz belum menunjukkan dampak signifikan setelah sepuluh bulan berseragam The Reds.
Menurut analis taktik Asim Mahmood, Bouaddi adalah tipe gelandang yang bisa menjadi "superstar" dan memberikan keseimbangan di lini tengah. Dengan kemampuan bertahan yang solid dan distribusi bola yang akurat, Bouaddi diyakini mampu membebaskan Wirtz untuk lebih fokus menyerang. Perbandingan dengan Alexis Mac Allister yang performanya menurun drastis musim lalu semakin memperkuat argumen bahwa Liverpool membutuhkan sosok baru di lini tengah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Liverpool ini menarik untuk diikuti. Investasi besar pada pemain muda seperti Bouaddi menunjukkan tren klub-klub Eropa yang mulai berani mengeluarkan dana fantastis untuk prospek jangka panjang. Jika sukses, duet Bouaddi dan Wirtz bisa menjadi poros baru Liverpool yang dominan selama bertahun-tahun. Namun, risiko juga mengintai: apakah Bouaddi akan mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League setelah dipinjamkan kembali ke Lille? Ataukah ia akan menjadi investasi mahal lainnya yang gagal bersinar?



