Jembatan Terpanjang di Malaysia Resmi Beroperasi, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Lokal
Baca dalam 60 detik
- Jembatan Batang Lupar I sepanjang 4,8 km, yang melintasi sungai terpanjang di Malaysia, mulai beroperasi pada 21 Mei dan secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Sarawak.
- Warga setempat mengaku waktu tempuh menyusut drastis dari berjam-jam menunggu feri menjadi kurang dari 10 menit, serta meningkatkan kunjungan wisatawan dan omzet usaha mikro.
- Pemerintah Sarawak menargetkan pembangunan total 21 jembatan sebagai bagian dari infrastruktur jalan pesisir, dengan 11 di antaranya sudah rampung dan 6 lagi ditargetkan selesai tahun ini.

Jembatan Batang Lupar I, yang membentang sepanjang 4,8 kilometer melintasi Sungai Batang Lupar di Sarawak, Malaysia, resmi dioperasikan dan menjadi jembatan terpanjang di atas sungai di negara tersebut. Infrastruktur ini tidak hanya menjadi ikon baru, tetapi juga memangkas waktu tempuh warga yang sebelumnya harus bergantung pada feri dengan antrean panjang.
Jembatan yang menghubungkan Sebuyau dan Triso ini merupakan bagian dari jaringan jalan pesisir Sarawak yang menghubungkan Kuching ke Sri Aman dan wilayah sekitarnya. Sejak dibuka untuk lalu lintas pada 21 Mei lalu, warga setempat merasakan perubahan signifikan. Jamal Jali, warga Kampung Tungkah Melayu, menuturkan bahwa perjalanan yang dulu bisa memakan waktu hingga tiga jam karena menunggu feri, kini hanya kurang dari sepuluh menit. โSaya pernah menunggu tiga jam karena air pasang besar. Sekarang bisa kapan saja,โ ujarnya.
Dampak ekonomi juga mulai terasa. Jamal mengamati lebih banyak bus wisata berhenti di Sebuyau, sehingga usaha lokal ikut bergairah. Fatimah Mat, warga Kampung Lot, mengaku kini bisa bepergian setiap hari tanpa pusing memikirkan jadwal feri. โDulu saya hanya bepergian kalau perlu. Sekarang perjalanan cepat dan mudah,โ katanya.
Peresmian jembatan dilakukan oleh Perdana Menteri Sarawak, Tan Sri Abang Johari Openg, yang menyebutnya sebagai tonggak penting pembangunan infrastruktur negara bagian. Ia menekankan bahwa konektivitas yang lebih baik akan membuka akses pasar bagi petani dan pengusaha lokal, sehingga meningkatkan pendapatan rumah tangga. โJembatan ini mencerminkan aspirasi Sarawak untuk maju. Inilah yang bisa kita capai jika bersatu,โ ujarnya.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi bagian dari rencana besar Sarawak untuk membangun 21 jembatan guna mendukung jaringan jalan pesisir. Sebelas jembatan telah rampung, termasuk Batang Lupar I, enam lagi ditargetkan selesai tahun ini, dan sisanya masih dalam tahap perencanaan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah Malaysia untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur antara wilayah pesisir dan pedalaman.
Bagi Indonesia, proyek serupa di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat bisa menjadi tolok ukur. Konektivitas antarwilayah di pulau Kalimantan masih menjadi tantangan, terutama di daerah aliran sungai yang membutuhkan jembatan panjang. Keberhasilan Sarawak dalam membangun jembatan ini menunjukkan bahwa investasi infrastruktur transportasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan mobilitas penduduk. Pertanyaannya, akankah pemerintah Indonesia mengadopsi pendekatan serupa untuk mempercepat pembangunan di perbatasan?



