Rally Bursa Nigeria Berlanjut, Investor Raup Rp 3,2 Triliun dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Indeks utama bursa Nigeria melesat 62 basis poin, didorong aksi beli di sektor perbankan dan konsumen.
- Kapitalisasi pasar bertambah N962 miliar (setara Rp 3,2 triliun) dalam satu sesi, dengan volume transaksi melonjak 219 persen.
- Katalis positif berasal dari antisipasi laporan keuangan kuartal II dan stabilitas nilai tukar naira yang mulai menyempit.

Pasar saham Nigeria mencatat rekor kenaikan baru pada Kamis (10/7) setelah indeks acuan melesat 62 basis poin, mendorong kapitalisasi pasar bertambah hampir N962 miliar atau setara Rp 3,2 triliun dalam sehari. Aksi borong saham perbankan dan barang konsumsi menjadi motor utama reli ini, sekaligus memperkuat optimisme investor menjelang musim laporan keuangan kuartal kedua.
Indeks Harga Saham Gabungan Nigerian Exchange (NGX) ditutup di level 243.958,73, naik 1.498,75 poin dari hari sebelumnya. Menurut data perdagangan, total volume saham yang diperdagangkan melonjak 219,45 persen, sementara nilai transaksi meroket 392,14 persen. Sekitar 1,66 miliar unit saham senilai N111,98 miliar berpindah tangan dalam 44.780 transaksi. Angka ini menunjukkan gairah pasar yang luar biasa, terutama di tengah ekspektasi positif terhadap kinerja emiten kuartal II.
FIRSTHOLDCO menjadi saham paling aktif, menguasai 76,06 persen volume dan 76,50 persen nilai transaksi. Saham ini juga masuk dalam daftar top gainers bersama INTBREW yang naik 10 persen, ABBEYBANK (9,88 persen), TRANSEXPR (9,76 persen), dan HONYFLOUR (9,68 persen). Secara total, 29 saham menguat sementara 24 saham melemah, sehingga market breadth tercatat positif. Di sisi lain, THOMASWY dan GEREGU menjadi pemberat utama dengan koreksi masing-masing 10 persen.
Dari sisi sektoral, empat dari lima sektor utama menghijau. Sektor perbankan memimpin dengan kenaikan 1,33 persen, disusul barang konsumsi (1,21 persen), asuransi (0,26 persen), dan barang industri (0,0004 persen). Satu-satunya sektor yang terkoreksi adalah minyak dan gas, yang turun tipis 0,19 persen. Pola ini mengindikasikan rotasi modal dari sektor komoditas ke sektor siklikal yang lebih prospektif dalam jangka pendek.
Bagi pelaku pasar Indonesia, reli di bursa Nigeria ini memberikan gambaran bahwa pasar emerging market masih memiliki daya tarik, terutama ketika didukung oleh fundamental makro yang membaik. Nigeria, sebagai ekonomi terbesar di Afrika, tengah menikmati stabilitas nilai tukar naira yang mulai menyempitโfaktor yang kerap menjadi perhatian investor asing. Meski demikian, volatilitas tetap tinggi, terbukti dari masih adanya 24 saham yang melemah dalam sesi yang sama.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal II yang dijadwalkan dalam beberapa pekan mendatang. Jika kinerja emiten sesuai ekspektasi, bukan tidak mungkin indeks NGX menembus level psikologis 250.000. Namun, risiko tekanan jual tetap mengintai, terutama jika data inflasi atau kebijakan moneter Bank Sentral Nigeria mengejutkan pasar.



