Ostapenko dan Arevalo Bangkit dari Keterpurukan, Raih Gelar Ganda Campuran Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Pasangan unggulan kedua asal Latvia dan El Salvador sukses membalikkan keadaan setelah tertinggal satu set, mengalahkan wakil Australia di final.
- Kemenangan ini menjadi gelar Wimbledon pertama bagi Arevalo, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai petenis El Salvador pertama yang juara di All England Club.
- Prestasi ini menegaskan dominasi Ostapenko di nomor ganda, setelah sebelumnya ia juga menjuarai ganda putri AS Terbuka 2024.

Jelena Ostapenko dan Marcelo Arevalo membuktikan ketangguhan mental mereka dengan bangkit dari ketertinggalan satu set untuk merebut gelar juara ganda campuran Wimbledon 2025. Pasangan unggulan kedua ini menundukkan duet Australia, Storm Hunter dan Marc Polmans, dengan skor 4-6, 7-5, 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung Kamis (10/7) waktu setempat.
Pertarungan sengit tersaji di lapangan rumput All England Club. Pasangan Australia tampil dominan di awal laga, mematahkan servis lawan lebih dulu dan merebut set pertama dengan percaya diri. Momentum itu berlanjut ke set kedua, di mana Hunter/Polmans terus memberikan tekanan. Namun, Ostapenko dan Arevalo perlahan menemukan ritme permainan. Mereka meningkatkan intensitas pada momen-momen krusial, terutama saat menghadapi break point, dan berhasil menyamakan kedudukan setelah memenangkan set kedua dengan 7-5.
Memasuki set penentuan, Ostapenko/Arevalo tampil tanpa ampun. Mereka mematahkan servis lawan dua kali dan hanya kehilangan dua game, memastikan kemenangan straight-set di set ketiga. Ini menjadi gelar perdana mereka di Wimbledon sekaligus trofi Grand Slam pertama sebagai pasangan.
โSaya frustrasi setelah kehilangan servis di set pertama, tapi saya menenangkan diri dan terus berjuang hingga poin terakhir. Marcelo sangat positif dan itu banyak membantu kami,โ ujar Ostapenko usai pertandingan. Sementara itu, Arevalo, yang sudah dua kali menjadi juara ganda putra Prancis Terbuka, mengaku kemenangan ini memiliki arti mendalam. โIni sangat berarti. Saya ingin terus menginspirasi anak-anak di negara saya bahwa dengan kerja keras dan keyakinan, mimpi besar bisa tercapai,โ katanya.
Kemenangan ini juga menempatkan Arevalo dalam jajaran elit petenis Amerika Latin yang berhasil menjuarai Wimbledon. Bagi Indonesia, prestasi Arevalo bisa menjadi inspirasi bagi petenis Tanah Air yang masih berjuang menembus level Grand Slam. Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan turnamen internasional, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Indonesia memiliki wakil di panggung tertinggi tenis dunia. Saat ini, tenis Indonesia masih berkutat di level regional, namun pencapaian Arevalo membuktikan bahwa negara kecil pun bisa bersinar di olahraga global.
Ke depan, Ostapenko dan Arevalo kemungkinan akan kembali berpasangan di turnamen Grand Slam berikutnya, AS Terbuka 2025. Bisakah mereka mempertahankan konsistensi dan menambah gelar? Atau justru pasangan lain yang akan muncul sebagai penguasa baru ganda campuran? Wimbledon tahun ini telah memberikan jawaban bahwa kerja sama tim dan mental juara adalah kunci utama.



