Gauff Tak Menyesal Pukulan Match Point Gagal: 'Itu Pilihan Saya'
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff kehilangan peluang ke final Wimbledon setelah gagal memanfaatkan match point di tiebreak melawan Karolina Muchova.
- Petenis Amerika itu menyamakan momen tersebut dengan kegagalan Roger Federer dan Jannik Sinner di Grand Slam.
- Gauff menegaskan tidak menyesali pilihan pukulannya dan menganggapnya sebagai bagian dari proses menjadi juara besar.

Coco Gauff gagal mengamankan tiket ke final Wimbledon setelah kehilangan match point di babak semifinal, Kamis (10/7). Unggulan ketujuh asal Amerika Serikat itu kalah 6-2, 1-6, 6-7 (10-12) dari Karolina Muchova dalam laga yang berlangsung ketat di All England Club.
Pada tiebreak penentu, Gauff unggul 9-8 dan hanya berjarak satu poin dari kemenangan. Namun, drop shot yang ia coba justru gagal melewati net, membuka jalan bagi Muchova untuk membalikkan keadaan. Gauff mengakui bahwa keputusan di momen kritis itu adalah pilihannya sendiri, dan ia tidak menyesalinya.
โOrang yang tidak mengerti tenis pasti bertanya, โkenapa kau lakukan itu?โ Tapi pada akhirnya, itu keputusan saya. Mungkin bukan yang terbaik, tapi jika berhasil, semua orang akan memuji,โ ujar Gauff dalam konferensi pers usai pertandingan.
Petenis berusia 22 tahun itu mengaku sempat panik saat bola memantul tidak sesuai harapan. โSaya hanya panik sedikit. Momen seperti ini harus dijadikan pelajaran untuk memiliki rencana yang lebih jelas,โ tambahnya. Gauff juga menegaskan bahwa ia tidak menyesali apa pun, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan.
Gauff membandingkan pengalamannya dengan kegagalan Roger Federer saat kalah dari Novak Djokovic di final Wimbledon 2019, serta Jannik Sinner yang kalah dari Carlos Alcaraz di final Prancis Terbuka tahun lalu. โSetiap juara besar pernah mengalami hal ini. Mungkin ini yang saya butuhkan untuk mencapai level mereka,โ ujarnya.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Gauff yang sebelumnya tampil impresif di turnamen. Namun, ia memilih untuk melihat sisi positif. โAda banyak hal positif dari kampanye saya. Saya akan memikirkannya malam ini, tapi tidak akan lama,โ katanya.
Gauff juga bersikap tegas terhadap kritik yang mungkin datang, terutama dari para petaruh. โSaya mungkin sudah mendapat komentar benci. Itu biasa. Tapi itu membuat saya lebih kuat. Lain kali saya akan menang dan pasti akan menandai mereka,โ ujarnya dengan nada menantang.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa di level tertinggi, satu momen bisa menentukan segalanya. Bagi Gauff, kegagalan ini justru menjadi bahan bakar untuk terus berkembang. Pertanyaannya, akankah ia mampu bangkit seperti para legenda yang pernah mengalami nasib serupa?



