Peraih Emas Olimpiade Kaylee McKeown Mundur dari Commonwealth Games karena Demam Kelenjar
Baca dalam 60 detik
- Kaylee McKeown, perenang punggung Australia peraih lima medali emas Olimpiade, mengundurkan diri dari Commonwealth Games 2024 di Glasgow akibat demam kelenjar.
- Keputusan ini diambil demi menghindari risiko kelelahan kronis, dengan dukungan penuh dari pelatih kepala Swimming Australia, Rohan Taylor.
- Absennya McKeown membuka peluang bagi perenang lain untuk bersaing di nomor 100m dan 200m punggung, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesehatan atlet di tengah jadwal padat.

Kaylee McKeown, perenang punggung Australia yang mendominasi nomor 100m dan 200m di Olimpiade Tokyo dan Paris, dipastikan absen dari Commonwealth Games 2024 di Glasgow. Atlet berusia 24 tahun itu harus menarik diri setelah didiagnosis demam kelenjar, penyakit yang sebelumnya ia kira hanya flu biasa.
Keputusan ini tidak hanya menghilangkan salah satu bintang terbesar dari ajang multicabang yang berlangsung 23 Juli hingga 2 Agustus mendatang, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang beban fisik atlet elite di tengah kalender kompetisi yang semakin padat. McKeown juga batal tampil di Kejuaraan Pan Pasifik pada Agustus.
Dalam pernyataannya, McKeown mengaku kecewa berat harus mundur secara medis. "Apa yang saya kira flu beberapa bulan lalu ternyata adalah tubuh saya melawan demam kelenjar. Saya sudah sakit saat menjalani kualifikasi dan tidak kunjung membaik. Saya khawatir jika memaksakan diri, saya bisa mengalami kelelahan kronis," ujarnya.
Pelatih kepala Swimming Australia, Rohan Taylor, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan McKeown. "Kami semua tahu betapa garang dan kompetitifnya dia. Dia menunjukkan itu saat tampil di kualifikasi. Kaylee adalah atlet generasi langka. Dia yang kami sebut 'racer'," kata Taylor. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah kesehatan jangka panjang atlet.
Bagi Indonesia, absennya McKeown mengurangi daya saing di nomor punggung putri, namun sekaligus membuka peluang bagi perenang Asia Tenggara untuk bersaing lebih ketat. Meski Indonesia tidak mengirimkan perenang punggung putri yang selevel, ajang ini bisa menjadi tolok ukur perkembangan renang regional. Commonwealth Games sendiri diikuti oleh negara-negara Persemakmuran, termasuk Australia, Inggris, Kanada, dan beberapa negara Asia seperti India, Malaysia, dan Singapura.
Keputusan McKeown juga menjadi pengingat bagi atlet Indonesia akan pentingnya manajemen kesehatan di tengah padatnya turnamen. Dengan Olimpiade Los Angeles 2028 yang masih empat tahun lagi, langkah mundur untuk pemulihan justru bisa menjadi investasi jangka panjang. Pertanyaan besarnya: akankah perenang lain mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan McKeown di Glasgow, atau justru dominasinya akan semakin terasa saat ia kembali?



