Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko, Duel Pemain Serie A di Boston
Baca dalam 60 detik
- Prancis dan Maroko bertemu di perempat final Piala Dunia 2026 dengan sejumlah pemain Serie A menjadi sorotan utama.
- Prancis difavoritkan juara setelah tampil sempurna, namun Maroko datang dengan rekor tak terkalahkan 34 laga.
- Pemenang laga ini akan menghadapi Spanyol atau Belgia di semifinal, membuka peluang bagi tim non-unggulan.

Boston menjadi saksi duel sengit antara Prancis dan Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7) dini hari WIB. Pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan warna berbeda ini tidak hanya menarik dari segi taktik, tetapi juga karena deretan pemain Serie A yang menghiasi lapangan. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan wajib karena menyajikan kualitas Eropa dan kejutan Afrika.
Prancis, yang menjadi runner-up edisi sebelumnya, datang dengan status favorit juara. Tim besutan Didier Deschamps belum terkalahkan di turnamen ini, meski harus bekerja keras menyingkirkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar. Pelatih asal Prancis itu mengandalkan trio lini depan mematikan: Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise. Sementara itu, gelandang muda Désiré Doué dipilih menggantikan Bradley Barcola, menunjukkan kedalaman skuad Les Bleus.
Di sisi lain, Maroko bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim asuhan Walid Regragui memegang rekor tak terkalahkan dalam 34 pertandingan, meskipun ada sengketa hukum dengan Senegal terkait hasil final Piala Afrika 2026. Dengan semangat underdog, Maroko berpotensi membuat kejutan seperti yang mereka lakukan di edisi 2022. Kehadiran pemain-pemain seperti Brahim Diaz (eks AC Milan) dan Achraf Hakimi (Inter Milan) menambah daya gedor mereka.
Laga ini juga menjadi panggung bagi pemain Serie A. Dari kubu Prancis, kiper AC Milan Mike Maignan dan gelandang Adrien Rabiot (juga Milan) menjadi starter, sementara Manu Koné (Roma) dipercaya mengisi lini tengah. Di kubu Maroko, Roma menyumbang dua pemain: gelandang Neil El Aynaoui dan bek kiri Anass Salah-Eddine. Inter Milan juga diwakili oleh Marcus Thuram yang kembali dari cedera, meski hanya sebagai pemain pengganti.
Bagi Indonesia, laga ini relevan karena menunjukkan bagaimana pemain dari liga-liga Eropa, termasuk Serie A, menjadi tulang punggung tim nasional. Dengan banyaknya pemain Indonesia yang merumput di Eropa, pertandingan seperti ini bisa menjadi tolok ukur kualitas. Selain itu, keberhasilan Maroko sebagai wakil Afrika juga menginspirasi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk bermimpi lebih besar di panggung sepak bola dunia.
Pertandingan akan berlangsung di Stadion Gillette, Boston, dengan kick-off pukul 21.00 waktu setempat (08.00 WIB). Wasit asal Amerika Serikat akan memimpin jalannya laga. Prancis diunggulkan, tetapi Maroko memiliki modal kepercayaan diri tinggi. Pertanyaannya, akankah Maroko mampu mengulang kejutan seperti empat tahun lalu, atau Prancis akan melaju mulus ke semifinal?



