Grosso Mulai Sapu Bersih: Gosens hingga Nzola Dicoret dari Skuad Pramusim Fiorentina
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar Fabio Grosso mencoret tujuh pemain utama, termasuk Robin Gosens dan M'Bala Nzola, dari daftar pramusim Fiorentina.
- Keputusan ini menandai revolusi besar di Fiorentina setelah musim lalu nyaris terdegradasi ke Serie B.
- Langkah perombakan skuad ini bisa menjadi sinyal bagi klub-klub Indonesia yang ingin merekrut pemain buangan Fiorentina.

Fiorentina memulai era baru di bawah pelatih Fabio Grosso dengan langkah tegas: tujuh pemain senior, termasuk Robin Gosens dan M'Bala Nzola, resmi tidak dipanggil untuk mengikuti sesi latihan pramusim yang dimulai Senin (15/7) di Viola Park, Florence. Keputusan ini mengonfirmasi bahwa klub asal Tuscany tersebut tengah melakukan perombakan besar-besaran setelah musim lalu nyaris terjerumus ke jurang degradasi.
Musim lalu, Fiorentina menghabiskan sebagian besar waktu di zona merah klasemen Serie A. Baru pada pekan-pekan akhir mereka berhasil menyelamatkan diri dan mengamankan tempat di kasta tertinggi sepak bola Italia. Kondisi itu menjadi pemicu manajemen untuk melakukan perubahan total, baik di kursi pelatih maupun komposisi pemain. Grosso, yang sukses membawa Frosinone promosi ke Serie A musim lalu, dipercaya untuk membangun kembali tim.
Keputusan mencoret Gosens dan Fazzini sebenarnya sudah diisukan sejak beberapa pekan lalu. Gosens, bek sayap asal Jerman yang didatangkan dari Inter Milan, tak kunjung menunjukkan performa konsisten. Sementara Fazzini dikabarkan akan segera bergabung dengan Cagliari. Selain itu, striker muda Riccardo Braschi juga akan dipinjamkan ke Padova. Pemain lain yang kembali dari masa pinjaman dan tidak diharapkan bertahan antara lain Riccardo Sottil, M'Bala Nzola, Amir Richardson, Antonin Barak, dan Paolo Bianco.
Di sisi lain, ada beberapa nama yang tidak bisa bergabung karena alasan medis atau administratif. Fabiano Parisi masih menjalani pemulihan pasca-cedera anterior cruciate ligament (ACL) dan akan berlatih terpisah. Bek asal Kroasia Marin Pongracic mendapat perpanjangan libur usai membela negaranya di Piala Dunia 2022. Sementara Alex Jimenez masih menunggu penyelesaian transfer dari Bournemouth sebelum bisa bergabung.
Daftar 29 pemain yang dipanggil mencakup sejumlah nama baru dan pemain muda potensial. Di posisi kiper, ada Christensen, De Gea, Fei, dan Lezzerini. Lini belakang diisi Balbo, Beldenti, Comuzzo, Dodo, Dragusin, Viery, Fortini, Moreno, Ranieri, Melani, dan Perrotti. Gelandang: Atta, Brescianini, Croci, Deli, Fabbian, Fagioli, Mandragora, Ndour, Sohm, dan Pirrรฒ. Sementara penyerang: Egharevba, Gudmundsson, Kean, dan Piccoli. Kehadiran nama seperti De Gea (kiper asal Spanyol) dan Kean (striker Italia) menunjukkan Fiorentina tidak hanya membuang pemain, tetapi juga mendatangkan amunisi baru.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Fiorentina ini menarik karena membuka peluang bagi klub-klub Liga 1 untuk meminang pemain-pemain yang dicoret. Nama seperti M'Bala Nzola atau Riccardo Sottil mungkin masih memiliki nilai jual di Asia. Namun, gaji tinggi dan adaptasi liga bisa menjadi kendala. Yang lebih realistis adalah pemain muda seperti Braschi yang dipinjamkan ke Padovaโklub Italia yang kerap menjadi batu loncatan pemain ke Asia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Grosso mampu mengembalikan Fiorentina ke papan atas Serie A? Dengan perombakan radikal ini, tekanan langsung berada di pundaknya. Jika gagal, bukan tidak mungkin ia akan bernasib sama seperti pendahulunya yang dipecat di tengah jalan. Sementara bagi para pemain yang tersingkir, mereka harus segera mencari klub baru sebelum bursa transfer ditutup.



