Meta Buka Akses Muse Spark 1.1 untuk Developer, Siap Bersaing dengan OpenAI dan Anthropic
Baca dalam 60 detik
- Meta merilis Muse Spark 1.1, model AI terbaru yang mampu menulis kode, debugging, dan tugas agenik kompleks dengan intervensi manusia minimal.
- Akses publik untuk developer di AS dengan harga $1,25 per juta token input dan $4,25 per juta token output, menempatkan Meta di antara harga GPT-5 mini dan Claude Sonnet 4.6.
- Model ini akan menggantikan Llama di aplikasi Meta seperti WhatsApp dan Instagram, serta menjadi fondasi strategi monetisasi AI perusahaan.

Meta Platforms akhirnya membuka akses publik untuk model kecerdasan buatan Muse Spark versi terbaru, 1.1, yang diklaim sebagai yang paling mumpuni dalam menangani tugas pemrograman dan agenik di dunia nyata. Langkah ini sekaligus menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan Anthropic dan OpenAI di pasar model AI berbayar.
Model yang diperkenalkan pada Kamis (9/7) ini mampu menulis dan memperbaiki kode, menggunakan perangkat lunak serta alat eksternal, memahami teks, gambar, dan video, serta menjalankan tugas multi-langkah yang kompleks dengan sedikit campur tangan manusia. Meta menyebutnya sebagai bagian dari misi menghadirkan "kecerdasan super personal" bagi pengguna.
Muse Spark pertama kali diluncurkan pada April lalu sebagai model teks dan penalaran dari tim superintelligence yang dibentuk Meta untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing. Kini, dengan versi 1.1, Meta membuka akses Application Programming Interface (API) untuk developer di Amerika Serikat melalui Meta Model API. Mereka yang mendaftar akan mendapatkan kredit gratis senilai $20 untuk menguji model sebelum beralih ke sistem bayar sesuai pemakaian.
Menurut Shay Boloor, kepala strategi pasar di Futurum Equities, jika Muse Spark 1.1 benar-benar kompetitif dengan Claude dan Codex dalam hal coding, Meta akhirnya memiliki jembatan monetisasi yang lebih jelas dari model AI ke alat developer berbayar. Ini menjadi krusial mengingat Meta selama ini lebih dikenal dengan model open-source Llama yang gratis.
CEO Meta Mark Zuckerberg dalam unggahan di X menegaskan fokus perusahaan pada penyediaan model agenik dan multimodal yang kuat dengan biaya sangat rendah. Model ini juga sudah tersedia dalam mode Thinking di aplikasi Meta AI dan situs web, serta dijadwalkan menggantikan model Llama yang selama ini mendukung chatbot di WhatsApp, Instagram, Facebook, dan kacamata pintar Meta.
Peluncuran ini menyusul pengumuman Meta pada Selasa lalu yang memperluas alat AI generatif di seluruh aplikasinya dengan merilis Muse Image, model generasi gambar pertama dari Meta Superintelligence Labs. Bagi pengembang di Indonesia, akses ke Muse Spark 1.1 masih terbatas, namun kehadiran model ini membuka peluang bagi startup dan perusahaan teknologi lokal untuk mengintegrasikan kemampuan AI canggih tanpa harus membangun dari awal. Dengan harga yang kompetitif, Meta berpotensi menjadi alternatif menarik di tengah dominasi OpenAI dan Anthropic.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Meta mampu mempertahankan keseimbangan antara model terbuka (open-source) dan model berbayar tanpa mengorbankan basis pengembang yang sudah setia pada ekosistem Llama. Jika berhasil, langkah ini bisa mengubah peta persaingan AI global secara signifikan.



