Theerathon Bunmathan: Legenda Sepak Bola ASEAN yang Tak Lekang oleh Waktu
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Buriram United, Theerathon Bunmathan, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Thailand 2025/26, menambah deretan prestasinya di usia 36 tahun.
- Pemain berjuluk 'Theerathon' ini menjadi pilar utama Buriram United meraih treble winner musim ini, termasuk gol krusial di final Piala Klub ASEAN.
- Kariernya yang cemerlang, termasuk tiga gelar Piala ASEAN dan gelar J1 League bersama Yokohama F. Marinos, mengukuhkannya sebagai salah satu pemain terhebat Asia Tenggara.

Di usia yang tak lagi muda, Theerathon Bunmathan justru menunjukkan bahwa kelas seorang legenda tak pernah pudar. Gelandang serba bisa asal Thailand itu baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Thailand musim 2025/26, sebuah penghargaan yang menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon sepak bola Asia Tenggara sepanjang masa.
Penghargaan individu tersebut melengkapi musim gemilang Theerathon bersama Buriram United. Klub asal Provinsi Buriram itu sukses menyapu bersih tiga gelar domestik: Liga Thailand, Piala FA Thailand, dan Piala Klub ASEAN Shopee Cup. Di final Piala Klub ASEAN, Theerathon mencetak gol spektakuler dan dua assist untuk Suphanat Mueanta, memastikan kemenangan atas Selangor FC asal Malaysia.
โSaya berterima kasih kepada tim, pelatih, dan rekan setim yang telah membantu saya. Keberhasilan ini berkat kerja sama semua pihak. Saya akan terus menjaga standar permainan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk klub, penggemar, dan generasi muda,โ ujar Theerathon dalam sambutannya.
Perjalanan Theerathon dimulai pada Oktober 2010 saat ia debut di bawah asuhan legenda Manchester United, Bryan Robson. Empat tahun kemudian, ia menjadi bagian penting timnas Thailand yang menjuarai Piala ASEAN 2016 dengan mengalahkan Indonesia di final. Kemenangan itu menjadi gelar kelima Thailand di ajang tersebut, dan Theerathon terus menjadi motor permainan War Elephants.
Sempat absen di edisi 2018 karena hijrah ke Jepang, Theerathon kembali memimpin Thailand merebut gelar pada 2020 dan 2022. Pada edisi 2022, ia tampil sebagai kapten dan mencetak satu gol ke gawang Vietnam di leg kedua final, plus enam assist sepanjang turnamen. Thailand pun memperpanjang rekor juara menjadi tujuh kali.
Bagi Indonesia, pencapaian Theerathon menjadi pengingat akan rivalitas sengit di kancah ASEAN. Timnas Indonesia beberapa kali bertemu Thailand di final, termasuk kekalahan di Piala ASEAN 2016 dan 2020. Kehadiran pemain sekaliber Theerathon menjadi tolok ukur bagi pesepak bola Indonesia untuk terus berkembang.
Piala ASEAN Hyundai Cup 2026 akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang, menandai edisi ke-30 turnamen. Theerathon, yang kini berusia 36 tahun, kemungkinan besar akan tampil untuk terakhir kalinya di ajang tersebut. Akankah ia kembali membawa Thailand berjaya, atau justru tim lain seperti Indonesia yang mampu memutus dominasi? Hanya waktu yang bisa menjawab.



