Jonathan Pryce: Industri Film Terjebak Stereotip, Aktor Senior Layak Peran Lebih Hidup
Baca dalam 60 detik
- Aktor 79 tahun itu mengkritik kecenderungan industri yang hanya menawarkan peran bertema penyakit dan kematian bagi aktor sepuh.
- Pryce membandingkan dengan serial Ted Danson yang menampilkan karakter tua cerdas dan menyenangkan, bukan sekadar pasien.
- Ia baru saja meraih nominasi Emmy untuk perannya di Slow Horses, membuktikan aktor senior masih bisa bersaing.

Jonathan Pryce, aktor kawakan berusia 79 tahun, mendesak industri perfilman untuk menyediakan lebih banyak peran bagi aktor senior yang tidak berfokus pada kematian atau masalah kesehatan. Kritik ini muncul di tengah kesuksesannya membintangi drama baru Mavis Eccleston—yang mengisahkan pakta bunuh diri antara seorang pria sakit parah dan istrinya—sebuah proyek yang menurutnya terlalu lazim untuk aktor seusianya.
Dalam wawancara dengan Variety, Pryce mengungkapkan bahwa ia lelah dengan stereotip yang membatasi. “Semua ini terkait usia saya. Yang selalu kami pikirkan hanyalah penyakit dan kematian. Itulah peran yang ditulis untuk orang seusia saya,” ujarnya. Ia merindukan tawaran yang lebih ringan dan bermakna, seperti serial A Man on the Inside yang dibintangi Ted Danson. “Ted seusia saya. Karakternya menyenangkan, cerdas, dan punya kontribusi. Mungkin lebih banyak peran seperti itu,” tambahnya.
Pryce juga bergurau ingin menjadi bintang tamu di Love Island, acara kencan realitas yang populer. Namun, di tengah candaan itu, ia serius menyoroti kurangnya variasi peran untuk aktor senior. Di Indonesia, fenomena serupa juga terlihat: aktor senior seperti Christine Hakim atau Ray Sahetapy sering kali hanya mendapat peran sebagai orang tua yang sakit-sakitan atau tokoh bijak yang monoton. Padahal, potensi mereka untuk memerankan karakter kompleks dan dinamis masih besar.
Berita baik datang pada Rabu (08/07/26) ketika Pryce dinominasikan untuk Emmy kategori Aktor Tamu Luar Biasa dalam Serial Drama berkat perannya sebagai David Cartwright di Slow Horses (Apple TV+). Ia mengaku sangat bangga, apalagi rekan mainnya Gary Oldman dan Jack Lowden juga masuk nominasi. “Saya terbangun dari tidur siang dan diberi tahu. Saya sangat senang. Saya bangga dengan acara ini,” katanya. Ia memuji penampilan Oldman dan Lowden, serta mengaku senang bisa menjadi “kakek” bagi karakter Lowden selama beberapa tahun terakhir.
Nominasi Emmy ini menjadi bukti bahwa aktor senior masih mampu bersaing di level tertinggi. Namun, Pryce menekankan bahwa industri perlu berubah. “Saya ingin melakukan lebih banyak pekerjaan yang tidak melibatkan penderitaan tertentu,” tegasnya. Di tengah liburannya, ia berencana berenang dan menikmati momen. “Saya sangat senang dengan nominasi ini, terutama karena dipilih oleh rekan sejawat. Itu sangat menyentuh setelah bertahun-tahun,” tutupnya.
Pertanyaan yang muncul: akankah para produser dan penulis skenario mulai menciptakan peran yang lebih beragam bagi aktor senior, atau stereotip ini akan terus berlanjut? Di Indonesia, dengan populasi lansia yang terus bertambah, sudah saatnya industri hiburan lokal memberikan ruang lebih bagi aktor senior untuk mengeksplorasi karakter yang lebih manusiawi dan tidak melulu soal akhir hayat.



