Kisah Seksual Pasca-Perceraian: Emily Ratajkowski Raup Fantastis dari Buku Baru
Baca dalam 60 detik
- Model Emily Ratajkowski meneken kontrak penerbitan buku berjudul 'Mother F*****' dengan nilai mencapai tujuh digit dolar AS.
- Buku ini merupakan pengembangan dari esai yang ia tulis untuk New York Magazine, mengupas kehidupan seks dan kencan setelah bercerai.
- Kesepakatan tersebut tercipta setelah perang penawaran sengit antara 12 penerbit, menunjukkan daya tarik pasar terhadap narasi seksualitas perempuan.

Model dan aktivis Emily Ratajkowski kembali mencuri perhatian publik. Setelah sukses dengan buku pertamanya, My Body (2021), ia kini dilaporkan menandatangani kontrak penerbitan senilai tujuh digit dolar AS untuk buku terbaru yang mengangkat tema seksualitas dan kehidupan asmara pasca-perceraian. Buku bertajuk Mother F***** ini akan diterbitkan oleh Penguin Press, salah satu raksasa industri penerbitan global.
Kesepakatan ini bukanlah perkara mudah. Menurut laporan New York Post, proses negosiasi melibatkan perang penawaran sengit antara 12 penerbit yang berlomba mendapatkan hak publikasi. Fenomena ini menandakan bahwa narasi tentang seksualitas perempuan, terutama yang disampaikan oleh figur publik seperti Ratajkowski, memiliki daya tarik komersial yang luar biasa. Buku ini merupakan perluasan dari esai yang ia tulis untuk New York Magazine's The Cut, di mana ia secara blak-blakan menceritakan pengalaman menjalani hidup sebagai ibu tunggal yang kembali aktif berkencan.
Dalam esai tersebut, Ratajkowski mengungkapkan bahwa pernikahannya dengan produser film Sebastian Bear-McClard mulai renggang enam bulan setelah kelahiran putra mereka, Sylvester. "Suami saya dan saya berhenti berhubungan seks. Kurang dari setahun kemudian, kami berpisah," tulisnya. Ia juga mengakui bahwa sebelum perceraian, ia tidak pernah melakukan hubungan seks tanpa ikatan. "Saya hanya pernah tidur dengan delapan orang: empat di antaranya adalah pacar yang tinggal bersama, dan satu adalah sahabat laki-laki saya di SMA," ungkapnya.
Namun, yang paling menarik adalah transformasi yang ia alami pasca-perceraian. Ratajkowski mendeskripsikan dirinya sebagai sosok yang sengaja "berhubungan seks untuk menjadi perempuan baru". Ia ingin menghancurkan citra Madonnaโperempuan baik-baik yang selama ini ia bangunโdan menggantinya dengan sosok "pelacur". Karakter yang ia adopsi selama masa kencan kompulsif adalah penjahat: Poison Ivy, Catwoman. "Seksual tapi menakutkan, dan dia minum gin martini. Banyak, banyak gin martini. Dia tidak tragis. Tidak ada yang perlu merasa kasihan padanya. Sebaliknya, mereka semua harus iri," tulisnya.
Dalam buku ini, Ratajkowski menceritakan pengalaman berkencan dengan berbagai pria tanpa menyebut nama. Ia memberi julukan seperti "Elder Millennial", "Vegan Graffiti Artist", "Chef yang mengira dirinya terkena klamidia", dan "Anak Miliuner dengan politik meragukan yang banyak mengonsumsi obat-obatan". Pendekatan ini menunjukkan keberaniannya dalam mengeksplorasi identitas seksual tanpa takut dihakimi.
Selain buku, Ratajkowski juga tengah menggarap serial untuk Apple TV yang akan ia produksi sekaligus bintangi. Serial tersebut dikabarkan mengangkat tema identitas perempuan dan peran ibu modern. Langkah ini menegaskan bahwa ia tidak hanya berhenti sebagai model, tetapi juga ingin menjadi penggerak wacana tentang seksualitas dan kebebasan perempuan.
Bagi pembaca di Indonesia, fenomena Ratajkowski bisa menjadi cermin pergeseran budaya global. Di tengah masyarakat yang masih tabu membahas seksualitas perempuan secara terbuka, keberanian Ratajkowski mungkin memicu diskusi tentang hak perempuan atas tubuh dan pengalaman seksual mereka. Namun, perlu diingat bahwa konteks sosial dan nilai-nilai lokal sangat berbeda. Pertanyaan yang muncul: akankah narasi semacam ini diterima di Indonesia, atau justru menimbulkan kontroversi? Yang jelas, buku ini akan menjadi salah satu rilis paling dinanti tahun depan, terutama bagi mereka yang tertarik pada isu feminisme dan seksualitas.



