FIGC: Pekan Penentu Pelatih Italia, Nama Kejutan Siap Muncul
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIGC Giovanni Malagò menegaskan pekan ini adalah momen krusial untuk menunjuk direktur teknis Timnas Italia.
- Roberto Mancini dan Antonio Conte menjadi kandidat utama pelatih, namun Malagò mengisyaratkan ada opsi mengejutkan.
- Paolo Maldini masih belum memutuskan tawaran sebagai direktur teknis, sementara Lega Serie A condong ke Conte.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, memastikan bahwa pekan ini menjadi titik krusial dalam menentukan masa depan kursi kepelatihan Timnas Italia. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa proses seleksi direktur teknis akan menjadi prioritas utama sebelum memutuskan siapa yang akan menggantikan Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala.
Malagò mengakui bahwa situasi internal federasi masih belum stabil pasca-kepergian sejumlah petinggi, termasuk mantan presiden Gabriele Gravina dan kepala delegasi Gianluigi Buffon, yang mundur setelah kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina di play-off Piala Dunia. Kekosongan jabatan ini membuat publik dan pengamat sepak bola Italia bertanya-tanya: siapa yang akan memimpin Gli Azzurri ke era baru?
Dua nama besar yang santer dikaitkan dengan posisi pelatih adalah Roberto Mancini dan Antonio Conte. Keduanya memiliki rekam jejak mentereng, baik di level klub maupun tim nasional. Namun, Malagò menambahkan bahwa masih ada kemungkinan munculnya kandidat kejutan yang belum banyak dibicarakan media. "Ini adalah pekan untuk direktur teknis, saya tidak akan mengubah pendirian saya. Saya berharap bisa menenangkan situasi akhir pekan ini, saya bekerja keras. Bisa saja ada kejutan," ujar Malagò seperti dikutip TMW.
Menariknya, Malagò baru-baru ini terlihat bermain futsal bersama Mancini dalam turnamen Coppa dei Canottieri. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal itu tidak otomatis menjadikan Mancini sebagai favorit utama. Lega Serie A dilaporkan lebih mendukung Conte untuk menangani tim nasional, mengingat pengalamannya menangani klub-klub besar seperti Juventus, Chelsea, dan Inter Milan.
Konteks ini menarik untuk dicermati, terutama bagi penggemar sepak bola Indonesia yang kerap menjadikan Italia sebagai salah satu acuan dalam pengembangan sepak bola nasional. Langkah FIGC dalam memilih pelatih dan direktur teknis bisa menjadi pelajaran berharga bagi PSSI yang juga tengah berbenah. Proses transparan dan berbasis kompetensi, seperti yang coba diterapkan Malagò, bisa menjadi model ideal bagi federasi sepak bola di negara berkembang.
Paolo Maldini, legenda AC Milan yang kini menjabat sebagai direktur teknis klub tersebut, masih menjadi figur sentral dalam rencana restrukturisasi FIGC. Namun, ia belum memberikan lampu hijau. Jika Maldini menolak, Malagò harus mencari alternatif lain yang mungkin akan mengejutkan banyak pihak. Sementara itu, para penggemar Italia berharap keputusan ini tidak berlarut-larut, mengingat jadwal kualifikasi Piala Eropa 2024 semakin dekat.
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah FIGC memilih figur berpengalaman seperti Conte atau Mancini, atau justru melangkah di luar kebiasaan dengan menunjuk nama yang tidak terduga? Jawabannya akan segera diketahui dalam beberapa hari ke depan, dan akan menentukan arah sepak bola Italia untuk beberapa tahun mendatang.



