Tiga Bintang Muda Jerman U19 Siap Gebrak Panggung Eropa: Onyeka, Stange, Culbreath
Baca dalam 60 detik
- Francis Onyeka, gelandang serang pinjaman Bayer Leverkusen, menjadi pahlawan Jerman U19 lewat gol penentu kemenangan atas Ukraina di semifinal Piala Eropa U19.
- Otto Stange, striker Hamburg, menunjukkan ketajaman dengan rata-rata satu gol setiap 60 menit di Bundesliga 2 sebelum kembali ke klub induknya.
- Montrell Culbreath, winger Bayer Leverkusen, mencetak gol debut Bundesliga yang sensasional dan kini menjadi andalan baru tim muda Jerman.

Jerman U19 memastikan tiket ke final Kejuaraan Eropa U19 musim panas ini, dan tiga nama muda menjadi sorotan: Francis Onyeka, Otto Stange, dan Montrell Culbreath. Mereka bukan sekadar pelapis, melainkan calon bintang yang siap bersinar di panggung sepak bola Eropa.
Francis Onyeka, gelandang serang kelahiran 2007 yang dipinjamkan Bayer Leverkusen ke Elversberg, mencuri perhatian dengan 14 gol dalam 13 penampilan bersama Jerman U19. Gol terpentingnya terjadi saat injury time melawan Ukraina, memastikan kemenangan dramatis 3-2 di semifinal. Direktur Leverkusen Simon Rolfes menyebutnya sebagai "talenta fantastis" yang telah melalui pembinaan panjang di akademi klub. Musim depan, Onyeka akan mengasah kemampuannya di Bundesliga bersama Elversberg.
Otto Stange, striker Hamburg berusia 19 tahun, juga menjadi pahlawan dengan dua gol ke gawang Austria dan gol penyeimbang melawan Ukraina. Selama dipinjamkan ke Elversberg di paruh pertama musim 2025/26, ia mencetak gol setiap 60 menit. Direktur Olahraga Hamburg Claus Costa memuji fleksibilitasnya: "Dia bisa bermain di beberapa posisi dan sudah sangat menyatu dengan tim." Meski belum mencetak gol di Bundesliga, pelatih Merlin Polzin dipercaya akan memberinya kesempatan musim depan.
Montrell Culbreath, winger Bayer Leverkusen, membuat debut Bundesliga yang tak terlupakan. Dalam 13 menit melawan RB Leipzig, ia memanfaatkan kesalahan David Raum untuk mencetak gol kemenangan 3-1. Pemain yang sempat membela Amerika Serikat di level U16 ini kini menjadi andalan Jerman U19 dengan satu gol dan satu assist di turnamen. Kontraknya telah diperpanjang hingga 2030, dan ia diharapkan menjadi bagian penting dari skuad utama Leverkusen di bawah pelatih baru Carles Martรญnez.
Ketiga pemain ini menjadi bukti kekuatan pembinaan usia muda Jerman. Dengan final Piala Eropa U19 di depan mata, mereka tidak hanya membawa harapan bagi tim nasional, tetapi juga menjadi aset berharga bagi klub masing-masing. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, prestasi ini mengingatkan pada pentingnya investasi di akademi dan kesempatan bagi pemain muda untuk bersinar di panggung internasional.
Pertanyaan besarnya: mampukah mereka mengulang kesuksesan pendahulu seperti Said El Mala dan Assan Ouรฉdraogo? Atau justru akan melampauinya? Musim depan akan menjadi jawabannya.



