Dwayne Johnson Mengaku Mencuri Dadu Jumanji Milik Robin Williams dari Set Film
Baca dalam 60 detik
- Aktor Dwayne Johnson mengakui telah membawa pulang dadu asli dari film Jumanji 1995 yang digunakan Robin Williams, tanpa izin dari kru produksi.
- Dadu tersebut dijadikan kalung oleh karakter Dr. Bravestone dalam film Jumanji: Open World sebagai penghormatan kepada Williams yang meninggal pada 2014.
- Johnson juga pernah mengambil properti dari film Moana, tetapi lolos karena ada banyak replika; kasus ini menimbulkan pertanyaan etika pengambilan barang kenang-kenangan di industri film.

Dwayne Johnson, aktor sekaligus pegulat profesional yang akrab disapa The Rock, mengakui bahwa ia telah mencuri salah satu properti paling ikonik dari waralaba film Jumanji: dadu yang pernah digunakan oleh mendiang Robin Williams dalam film orisinal tahun 1995. Dalam wawancara dengan People magazine, Johnson mengungkapkan bahwa ia membawa pulang dadu tersebut setelah syuting Jumanji: Open World, dan bahkan sempat berbohong ketika kru memintanya kembali.
Dadu itu, yang merupakan setengah dari sepasang dadu asli, dikenakan oleh karakter Dr. Xander 'Smolder' Bravestone sebagai kalung dalam film terbaru. Johnson mengaku bahwa ia sengaja mengambilnya sebagai kenang-kenangan, meskipun ia sadar bahwa properti film biasanya harus dikembalikan. "Mereka bilang, 'Hei DJ, apa kamu punya...?' dan saya jawab, 'Tidak, saya sudah mengembalikannya โ ah, saya harus pergi,'" ujarnya, menggambarkan momen canggung saat kru menagih barang tersebut.
Ini bukan kali pertama Johnson 'meminjam' properti film tanpa izin. Ia juga mengaku pernah mengambil kail ajaib Maui dari film live-action Moana, namun beruntung karena ada banyak replika sehingga ia tidak ketahuan. Namun, kasus dadu Jumanji ini lebih rumit karena benda tersebut memiliki nilai historis dan emosional, mengingat hubungannya dengan Robin Williams yang meninggal bunuh diri pada 2014.
Johnson sebelumnya telah mengungkapkan bahwa dadu itu adalah 'easter egg' atau kode rahasia untuk menghormati Williams. Dalam unggahan Instagram November lalu, ia menunjukkan dadu tersebut sambil berkata, "Ini adalah cara untuk menghormati Robin dan seluruh waralaba yang ia mulai, saat kami memfilmkan Jumanji terakhir." Di ajang CinemaCon di Las Vegas, Johnson juga memberikan penghormatan emosional, mengatakan bahwa tanpa Williams, waralaba ini tidak akan ada.
Bagi penggemar di Indonesia, kisah ini mengingatkan pada fenomena 'souvenir' dari set film yang kerap dilakukan bintang Hollywood. Namun, tindakan Johnson juga memicu diskusi tentang etika: apakah seorang aktor berhak mengambil properti bersejarah tanpa izin? Di sisi lain, pengakuan jujurnya justru menambah daya tarik personal di mata publik. Dengan Jumanji: Open World yang disebut sebagai film terakhir waralaba, pertanyaan besarnya adalah: akankah dadu itu kembali ke gudang properti Sony, atau tetap menjadi koleksi pribadi Johnson?



