Kebakaran TPA Jatiwaringin Memasuki Hari ke-10: 61 Warga Terpapar ISPA, Pemadaman Capai 95 Persen
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, belum padam sepenuhnya setelah sepuluh hari, dengan 61 warga menderita ISPA akibat asap.
- Bupati Tangerang memastikan seluruh pasien dirawat jalan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan, tanpa rujukan rumah sakit.
- Petugas gabungan masih memadamkan sisa api di area tiga hektare, dengan bantuan dua helikopter water bombing.

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang telah berlangsung sejak 30 Juni lalu, masih menyisakan ancaman kesehatan bagi warga sekitar. Hingga Kamis (9/7), sebanyak 61 warga dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran yang belum sepenuhnya padam.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa seluruh pasien ISPA menjalani perawatan jalan tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. Penanganan dilakukan oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Puskesmas setempat. "Ini terus kita tangani. Alhamdulillah tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit. Bisa ditangani oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan," ujarnya, Kamis.
Meski sebagian warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, layanan kesehatan tetap disiagakan. Hal ini karena titik api di sektor barat TPA yang berdekatan dengan permukiman belum sepenuhnya padam, sehingga asap masih berpotensi mengganggu kesehatan. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk memantau kondisi warga secara langsung.
Di sisi lain, proses pemadaman selama sepuluh hari terakhir menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total sekitar 15 hektare area yang terbakar, sekitar 95 persen di antaranya telah berhasil dipadamkan. "Masih ada sisa sekitar tiga hektare lagi yang kita lakukan proses pemadaman api," jelas Maesyal. Petugas gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya masih berjibaku memadamkan sisa titik api.
Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan dukungan alat berat, serta jalur udara menggunakan dua unit helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman total dan mengurangi dampak kesehatan bagi warga sekitar.
Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat akan risiko pengelolaan sampah yang tidak optimal, terutama di musim kemarau. Pertanyaan yang muncul: apakah pemerintah daerah akan mengevaluasi sistem pengelolaan TPA untuk mencegah kejadian serupa di masa depan?



