Timothée Chalamet: 'Dune: Part Three' Hadir dengan Nada dan Energi yang Berbeda
Baca dalam 60 detik
- Aktor Timothée Chalamet menyebut sekuel ketiga 'Dune' memiliki tone dan ritme yang unik, berbeda dari dua film sebelumnya.
- Sutradara Denis Villeneuve mengakui film ini adalah 'binatang yang sangat berbeda' dengan intensitas lebih tinggi, dan ia memutuskan untuk segera memproduksinya tanpa jeda panjang.
- Chalamet mengaku secara emosional berat meninggalkan karakter Paul Atreides yang telah ia hidupi selama bertahun-tahun.

Timothée Chalamet, aktor yang memerankan Paul Atreides dalam trilogi fiksi ilmiah epik garapan Denis Villeneuve, mengungkapkan bahwa Dune: Part Three akan menghadirkan pengalaman sinematik yang benar-benar baru. Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan penggemar di IMAX Los Angeles, Chalamet menyebut film ketiga ini memiliki "energi sendiri" dan bukan sekadar kelanjutan dari dua pendahulunya.
Menurut Chalamet, dua film pertama bagaikan "saudara kandung" yang saling terkait erat, namun bagian ketiga ini berdiri sendiri dengan pendekatan yang segar. "Saya akrab dengan kru dan keluarga produksi, tetapi ada nada baru di sini," ujarnya. Pernyataan ini langsung mendapat dukungan dari Villeneuve, yang menggambarkan proyek pamungkas triloginya sebagai "binatang yang sangat berbeda" dengan ritme yang lebih intens.
Villeneuve, yang sebelumnya merencanakan jeda beberapa tahun sebelum menggarap Dune: Part Three, mengaku mengalami perubahan drastis setelah pulang ke rumah. "Saya terus terbangun di malam hari dengan gambaran-gambaran yang semakin kuat. Saya merasakan hasrat dan kegembiraan untuk menyelesaikan kisah ini, serta tanggung jawab yang mendekati keharusan," kenang sutradara berusia 58 tahun itu. Alih-alih kembali ke Arrakis karena nostalgia, ia memilih untuk mengejar visi yang muncul secara spontan. Naskah pun langsung ditulis, dan produksi dimulai hanya dua tahun setelah Dune: Part Two dirilis.
Bagi Chalamet, Dune: Part Three bukan sekadar proyek film biasa. Aktor yang juga membintangi Marty Supreme ini menyebut pengalaman memerankan Paul Atreides sebagai bagian paling emosional dalam kariernya. "Saya sudah hidup dengan karakter ini begitu lama. Ada finalitas dalam latihan ini yang membuat saya merasa nostalgia, bahkan saat syuting. Rasanya seperti kehilangan sebagian dari diri saya sendiri," ungkapnya. Meski demikian, ia merasa bangga dapat bekerja bersama Villeneuve dan keluarganya di lokasi syuting.
Keputusan Villeneuve untuk mempercepat produksi Dune: Part Three menunjukkan keyakinannya terhadap materi yang ia garap. Sutradara Blade Runner 2049 itu mengaku tidak ingin menunggu terlalu lama karena khawatir kehilangan momentum kreatif. "Saya bertanya pada diri sendiri: apakah lebih baik kembali ke Arrakis karena nostalgia, atau karena kebutuhan untuk menghormati gambaran yang muncul di benak saya sekarang?" katanya. Jawabannya jelas: ia memilih untuk segera menulis dan memproduksi film tersebut.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar. Dune memiliki basis penggemar yang kuat di Tanah Air, baik melalui novel karya Frank Herbert maupun adaptasi filmnya. Dengan jadwal rilis yang lebih cepat dari perkiraan, penonton Indonesia dapat menantikan penutup epik dari saga Paul Atreides dalam waktu dekat. Pertanyaan besarnya: akankah Dune: Part Three mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang telah dibangun oleh dua film sebelumnya?



