Gol Dramatis Onyeka Bawa Jerman U19 ke Final Piala Eropa, Tantang Spanyol
Baca dalam 60 detik
- Francis Onyeka mencetak gol kemenangan di menit akhir injury time saat Jerman U19 mengalahkan Ukraina 2-1 di semifinal.
- Kapten tim yang dipinjamkan Bayer Leverkusen ke Elversberg ini menjadi pahlawan setelah gol penyeimbang Otto Stange membatalkan keunggulan Ukraina.
- Jerman akan berhadapan dengan Spanyol di final, tim yang sebelumnya mengalahkan mereka 4-0 di fase grup, sekaligus memperebutkan tiket Piala Dunia U20 2027.

Gol voli Francis Onyeka pada menit pertama injury time memastikan kemenangan dramatis 2-1 atas Ukraina di semifinal Kejuaraan Eropa U19, Rabu (24/7). Hasil ini mengantarkan Jerman U19 ke partai puncak melawan Spanyol pada Sabtu (27/7) pukul 20.00 CEST di Wrexham, Wales.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Ukraina unggul lebih dulu melalui sundulan Vitaliy Hlyut, namun Jerman menyamakan kedudukan lewat gol rapi Otto Stange di masa tambahan waktu babak pertama. Saat laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Onyeka yang baru bergabung dengan Elversberg secara pinjaman dari Bayer Leverkusen tampil sebagai pahlawan dengan tendangan voli yang tak mampu dihalau kiper Ukraina.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Jerman ke final, tetapi juga memastikan tiket ke Piala Dunia U20 2027 di Azerbaijan dan Uzbekistan. Bagi Jerman, ini adalah kesempatan untuk meraih gelar juara Eropa U19 ketiga setelah sukses pada 2008 dan 2014. Tim asuhan Christian Wรถrns, mantan bek Bayer Leverkusen dan Borussia Dortmund, menunjukkan mentalitas pantang menyerah setelah sebelumnya dikalahkan Spanyol 4-0 di fase grup.
Di sisi lain, Spanyol datang sebagai favorit setelah tampil sempurna di fase grup dan semifinal. Namun, Onyeka menegaskan bahwa kekalahan sebelumnya tidak akan memengaruhi mental tim. โKekalahan 4-0 sudah berlalu. Kami fokus pada final. Saya yakin kami punya peluang besar untuk memenangkan trofi. Kami akan memberikan yang terbaik,โ ujarnya usai laga.
Bagi pengamat sepak bola Jerman, pencapaian ini menjadi angin segar bagi pembinaan usia muda. Sejumlah pemain Bundesliga 2 seperti Boris Mamuzah Lum (Hertha Berlin) dan Rafael Pinto Pedrosa (Karlsruhe) turut memperkuat tim. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa regenerasi pemain muda Jerman berjalan baik meski tim senior tengah dalam masa transisi.
Bagi Indonesia, prestasi Jerman U19 bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya kompetisi usia dini yang terstruktur. Dengan Piala Dunia U20 2027 yang akan diikuti Jerman, negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia perlu mempersiapkan diri lebih awal jika ingin bersaing di level global. Pertanyaannya, akankah Spanyol kembali mendominasi atau Jerman mampu membalas dendam di final?



