Kartu Kuning Olise Tetap Berlaku, Maroko Kehilangan Saibari
Baca dalam 60 detik
- FIFA menolak banding Prancis atas kartu kuning Michael Olise yang diterima saat melawan Paraguay, sehingga ia terancam absen di semifinal jika mendapat satu kartu lagi.
- Ismael Saibari dipastikan absen membela Maroko di perempat final melawan Prancis akibat cedera hamstring yang dialaminya saat melawan Kanada.
- Insiden kontroversial dalam laga Prancis vs Paraguay memicu kritik terhadap wasit dan tindakan rasis senator Paraguay yang dikecam Kylian Mbappe.

Kartu kuning yang diterima bintang Prancis, Michael Olise, dalam laga 16 besar melawan Paraguay tetap berlaku setelah FIFA menolak banding yang diajukan timnas Prancis. Keputusan ini membuat gelandang Bayern Munich itu harus bermain hati-hati di perempat final melawan Maroko, Kamis (10/7) waktu setempat, karena satu kartu kuning lagi akan membuatnya absen di semifinal.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Philadelphia, Olise dihadiahi kartu kuning oleh wasit Ilgiz Tantashev setelah terlibat bentrok dengan Matias Galarza pada masa injury time. Galarza jatuh ke tanah setelah Olise menarik bajunya. Manajer Prancis, Didier Deschamps, mengonfirmasi bahwa FIFA telah memberitahukan keputusan tersebut pada Rabu pagi sebelum laga. “Kartu kuning tidak berubah. Kami diberi tahu FIFA pagi ini, kartu itu tetap berlaku,” ujar Deschamps.
Menariknya, keputusan ini kontras dengan langkah FIFA yang sebelumnya membatalkan kartu merah untuk striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, sehingga ia bisa tampil di laga 16 besar melawan Belgia. Selain Olise, dua pemain Prancis lainnya, Bradley Barcola dan Manu Kone, juga menerima kartu kuning dalam pertandingan yang sama, sementara Paraguay tidak mendapat satu pun kartu kuning.
Laga Prancis melawan Paraguay menyisakan sejumlah kontroversi. Mantan kiper Inggris, Joe Hart, menilai tim Amerika Selatan itu “sudah keterlaluan” dengan aksi-aksi mereka, sementara Thomas Hitzlsperger, juga pengamat BBC, menyebutnya sebagai “penampilan wasit terburuk yang pernah saya lihat di turnamen ini”. Insiden lain mencuat ketika Gustavo Velazquez berusaha mengotori titik penalti sebelum Kylian Mbappe mengeksekusi tendangan penalti kemenangan. Mbappe juga mendapat sorotan setelah mengecam senator Paraguay yang melontarkan komentar rasis tentang asal-usul dan pendidikannya. Mbappe menyebut senator itu “hina” dan tidak layak menduduki jabatannya.
Di sisi lain, Maroko harus kehilangan gelandang serang andalannya, Ismael Saibari, yang mengalami cedera hamstring saat melawan Kanada di babak 16 besar. Pemain berusia 25 tahun yang baru pindah dari PSV Eindhoven ke Bayern Munich itu terpaksa keluar lapangan pada menit ke-22. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengakui Saibari belum pulih. “Dia belum siap, tapi saya harap ini bukan akhir turnamen baginya,” ujar Ouahbi. Saibari tampil gemilang di fase grup dengan mencetak gol melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti, serta mengeksekusi penalti kemenangan melawan Belanda. Kehilangan Saibari menjadi pukulan berat bagi Maroko yang ingin membalas kekalahan semifinal Piala Dunia 2022 dari Prancis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga perempat final ini menarik karena mempertemukan dua tim dengan gaya bermain berbeda. Prancis yang diunggulkan harus waspada dengan semangat juang Maroko yang pernah mengejutkan dunia. Namun, absennya Saibari mengurangi daya gedor Maroko. Pertanyaannya, akankah Prancis mampu memanfaatkan kelemahan lawan, atau justru Maroko bangkit tanpa bintangnya?



