Everton Gencar Buru Christian Kofane: Duet Maut dengan Iliman Ndiaye?
Baca dalam 60 detik
- Everton menggelar pertemuan tatap muka dengan agen Christian Kofane untuk merekrut striker muda Bayer Leverkusen tersebut.
- Kofane, yang baru berusia 19 tahun, mencetak lima gol dan empat assist di Bundesliga musim lalu, menjanjikan daya gedor baru bagi lini depan The Toffees.
- Jika bergabung, Kofane akan berduet dengan Iliman Ndiaye, yang musim lalu menjadi motor serangan Everton dengan sembilan kontribusi gol di Premier League.

Everton semakin serius membangun skuad untuk musim depan. Klub asal Liverpool itu dikabarkan telah menggelar pertemuan tatap muka dengan agen Christian Kofane, striker muda Bayer Leverkusen, di Finch Farm pekan ini. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajer David Moyes ingin menambah amunisi di lini depan setelah musim lalu finis di peringkat ke-13 Premier League.
Kofane, yang baru berusia 19 tahun, mencuri perhatian di Bundesliga musim lalu. Dalam 12 pertandingan sebagai starter, ia mencetak lima gol dan empat assistโsetara dengan satu kontribusi gol setiap 137 menit. Pemain asal Kamerun itu juga tampil gemilang di Liga Champions dengan mencetak satu gol. Catatan dribelnya pun impresif: tingkat keberhasilan 58% dan rata-rata 2,4 kemenangan duel udara per 90 menit. Jurnalis David Schill melaporkan bahwa beberapa klub Premier League lain juga memantau situasinya, tetapi Everton disebut sebagai yang terdepan.
Jika transfer ini terwujud, Kofane akan menjadi rekrutan kedua Everton musim panas ini setelah Hayden Hackney yang didatangkan dari Middlesbrough senilai ยฃ16,5 juta. Namun, yang paling menarik adalah potensi duet Kofane dengan Iliman Ndiaye. Ndiaye, yang direkrut dari Marseille seharga ยฃ15 juta pada 2024, tampil luar biasa musim lalu dengan sembilan gol dan assist di Premier League. Tingkat keberhasilan dribelnya mencapai 55%โlebih baik dari 85% pemain depan lain di ligaโdan akurasi tembakan tepat sasaran 51%.
Bagi Everton, merekrut Kofane bukan sekadar menambah pemain muda. Moyes membutuhkan pemain yang bisa langsung berkontribusi untuk mengejar tiket Eropa. Kofane dinilai memiliki kemampuan all-around: bisa mencetak gol sendiri, memenangkan duel, dan menciptakan peluang bagi rekan setim. Jacek Kulig, pengamat sepak bola muda, bahkan menyebut Kofane sebagai pemain yang "luar biasa".
Dari sisi bisnis, transfer ini juga menarik. Meski belum ada angka pasti, nilai Kofane diperkirakan tidak akan murah mengingat kontraknya di Leverkusen masih panjang. Namun, jika ia mampu menyamai performa Ndiaye, investasi itu akan sepadan. Everton juga harus waspada terhadap minat Manchester United terhadap Ndiaye, yang bisa mempersulit rencana membangun duet maut di lini depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Premier League selalu menjadi liga yang paling banyak diikuti, dan langkah Everton membangun tim muda dengan talenta Afrika seperti Ndiaye dan Kofane bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub di Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih berani merekrut pemain muda potensial dari benua hitam. Pertanyaannya, mampukah Everton mempertahankan Ndiaye sambil mendatangkan Kofane, atau justru salah satu dari mereka akan hengkang?



