SK Hynix Raup Dana Rp 450 Triliun, Oversubscription Tembus 7 Kali Lipat
Baca dalam 60 detik
- Permintaan saham SK Hynix di bursa AS mencapai 7 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan, menandai antusiasme investor terhadap perusahaan semikonduktor Korea Selatan.
- Dana segar sebesar US$28 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik dan peralatan baru guna memenuhi permintaan chip AI yang melonjak.
- Keberhasilan ini menempatkan SK Hynix sebagai pemasok utama memori HBM untuk Nvidia, sekaligus menjadi IPO terbesar kedua di dunia setelah SpaceX.

Permintaan saham SK Hynix dalam penawaran perdana di bursa Amerika Serikat mencapai lebih dari tujuh kali lipat dari jumlah saham yang tersedia, menurut sumber yang mengetahui langsung proses tersebut. Fenomena ini mengonfirmasi besarnya minat investor global terhadap perusahaan yang menjadi tulang punggung rantai pasok kecerdasan buatan (AI).
Penawaran saham senilai US$28 miliar atau sekitar Rp 450 triliun itu akan menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah IPO SpaceX yang mencetak rekor US$85,7 miliar pada bulan lalu. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik baru dan pengadaan peralatan guna memenuhi permintaan chip AI yang terus melonjak.
SK Hynix menolak berkomentar mengenai kabar ini. Sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa detail penjualan saham bersifat rahasia. Para penjamin emisi telah memberi tahu investor bahwa panduan harga diperkirakan akan keluar setelah pasar saham Korea Selatan tutup pada Kamis waktu setempat, dengan alokasi final dilakukan pada hari yang sama di waktu AS.
Meskipun saham perusahaan semikonduktor global mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir, SK Hynix dan pesaingnya Samsung Electronics masih menikmati keuntungan historis. Permintaan chip komputer yang tak pernah surut untuk pusat data AI telah mendorong laba mereka meroket. Saham SK Hynix sendiri sempat turun sekitar seperempat dalam dua pekan terakhir, namun secara tahunan masih mencatat kenaikan 680%.
Posisi SK Hynix sebagai pemasok utama memori bandwidth tinggi (HBM) untuk Nvidia merupakan puncak dari strategi yang telah dibangun selama 14 tahun. Keputusan berani perusahaan untuk fokus pada teknologi HBM sempat menuai skeptisisme, namun kini terbukti menjadi kunci sukses di tengah demam emas AI global.
Bagi Indonesia, keberhasilan SK Hynix menjadi pengingat akan pentingnya investasi di sektor semikonduktor dan AI. Meskipun Indonesia belum memiliki industri chip maju, momentum ini bisa menjadi peluang untuk menarik investasi di bidang manufaktur komponen pendukung atau pusat data. Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong pengembangan ekosistem digital dan AI, namun masih tertinggal dalam hal infrastruktur chip.
Ke depan, kesuksesan IPO SK Hynix diperkirakan akan memicu gelombang penawaran saham serupa dari perusahaan teknologi Asia lainnya. Pertanyaan yang muncul: apakah Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok AI global, atau justru semakin tertinggal?



