Netflix Buka Suara soal Pembatalan The Boroughs: Banyak Faktor Jadi Pertimbangan
Baca dalam 60 detik
- Netflix mengonfirmasi pembatalan serial The Boroughs setelah satu musim, meski mendapat ulasan positif.
- Keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rating yang rendah dan biaya produksi tinggi.
- Pembatalan ini terjadi di tengah kepergian kreator Stranger Things, Duffer bersaudara, ke Paramount.

Netflix akhirnya angkat bicara mengenai keputusan kontroversialnya membatalkan serial The Boroughs setelah hanya satu musim tayang. Jinny Howe, Kepala Divisi Serial UCAN Netflix, mengakui bahwa banyak pertimbangan yang memengaruhi langkah tersebut, mulai dari aspek kreatif hingga finansial.
Serial garapan Jeffrey Addiss dan Will Matthews itu sebenarnya mendapat sambutan hangat dari kritikus. Namun, rating yang diraih tidak sebanding dengan biaya produksi yang membengkak, terutama untuk efek visual dan honor para pemain bintang seperti Alfred Molina, Geena Davis, dan Alfre Woodard. Howe menegaskan bahwa Netflix tetap bangga dengan hasil karya tim produksi, meski harus mengambil keputusan sulit untuk tidak melanjutkan ke musim kedua.
โAda begitu banyak faktor yang akhirnya membuat kami memutuskan tidak bisa melanjutkan sebuah serial. Ini adalah keputusan yang kami pikirkan dengan matang dan penuh pertimbangan,โ ujar Howe dalam wawancara dengan Deadline. Ia menambahkan, โKami sangat bangga dengan serial itu. Tim kreatif berhasil menghadirkan pengalaman sinematik yang menghibur bagi banyak penonton yang menyukainya.โ
Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat The Boroughs merupakan proyek yang melibatkan Duffer bersaudara, kreator Stranger Things, sebagai produser eksekutif. Sebelum diumumkan pembatalan, ruang penulis untuk musim kedua bahkan sudah dibuka, dan sempat ada wacana untuk memproduksi musim kedua dan ketiga secara berurutan.
Bagi industri hiburan Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa platform streaming global seperti Netflix sangat ketat dalam mengevaluasi kelayakan sebuah serial. Keputusan pembatalan tidak semata-mata didasarkan pada kualitas cerita, melainkan juga pada metrik penonton dan efisiensi biaya. Hal ini relevan dengan maraknya produksi lokal Indonesia yang bekerja sama dengan Netflix, di mana tekanan untuk meraih rating tinggi dan efisiensi anggaran menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, pembatalan The Boroughs juga menandai pergeseran strategi Netflix pasca kepergian Duffer bersaudara. Keduanya baru saja menandatangani kontrak eksklusif empat tahun dengan Paramount yang mencakup film, televisi, dan proyek streaming. Proyek pertama mereka di Paramount dijadwalkan rilis pada 3 November 2028, dengan detail cerita yang masih dirahasiakan. Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan antar platform untuk merebut talenta kreatif semakin ketat, dan keputusan pembatalan serial bisa jadi bagian dari dinamika bisnis yang lebih besar.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Netflix akan lebih selektif dalam merekrut kreator ternama, atau justru sebaliknya, semakin agresif mencari bakat baru dengan biaya lebih terkendali. Bagi penonton Indonesia, fenomena ini patut dicermati karena dapat mempengaruhi jenis konten yang akan diproduksi untuk pasar Asia Tenggara ke depannya.



