Empat Petenis Putri Berdamai dengan Rumput Wimbledon: Juara Baru Dijamin Lahir
Baca dalam 60 detik
- Keempat semifinalis putri Wimbledon tahun ini—Coco Gauff, Marta Kostyuk, Karolina Muchova, dan Linda Noskova—sebelumnya kesulitan di lapangan rumput, tetapi kini berhasil mencapai babak empat besar.
- Hanya Gauff yang pernah memenangi Grand Slam, namun Tracy Austin menilai persaingan terbuka karena ketiganya memiliki momentum dan kepercayaan diri yang meningkat.
- Kostyuk dan Noskova, yang sempat ragu dengan permainan mereka di rumput, mendapat dorongan dari pelatih dan hasil positif di turnamen pemanasan, mengubah keraguan menjadi keyakinan.

Wimbledon 2025 memastikan lahirnya juara baru di sektor putri setelah keempat semifinalis—Coco Gauff, Marta Kostyuk, Karolina Muchova, dan Linda Noskova—berhasil menaklukkan lapangan rumput yang selama ini menjadi momok bagi mereka. Dalam dua pekan terakhir, semuanya menemukan ritme permainan yang sempurna di All England Club, mengubur catatan buruk masa lalu di permukaan yang licin dan cepat ini.
Gauff, satu-satunya semifinalis yang telah merasakan gelar Grand Slam, mengakui bahwa hubungannya dengan rumput tidak pernah harmonis. Petenis Amerika berusia 22 tahun itu pernah menembus babak keempat pada debutnya di Wimbledon 2019 sebagai remaja 15 tahun, tetapi setelah itu ia tidak pernah memenangi pertandingan di rumput selama dua tahun berturut-turut. Masalah utama Gauff terletak pada konsistensi servis dan pukulan forehand yang kerap goyah di momen krusial.
Namun, musim ini segalanya berubah. Sejak merekrut ahli biomekanika Gavin MacMillan—yang sebelumnya membantu Aryna Sabalenka memperbaiki servisnya—Gauff mulai menemukan kepercayaan diri. "Saya sadar tidak perlu bermain spektakuler setiap poin untuk menang. Pukulan dasar saya sudah cukup untuk bersaing di permukaan ini," ujar Gauff setelah mengalahkan Jessica Pegula di perempat final.
Karolina Muchova, semifinalis asal Ceko yang terkenal dengan variasi pukulan kreatifnya, juga memiliki kisah perjuangan melawan cedera. Petenis 29 tahun itu pernah disarankan dokter untuk berhenti bermain karena tekanan pada tubuhnya. Namun, setelah menjalani operasi pergelangan tangan dan rehabilitasi panjang, ia kini bisa menampilkan permainan terbaiknya. "Saya lebih menghargai setiap momen di sini. Senang akhirnya bisa menjual permainan saya dan memanfaatkannya," kata Muchova usai mengalahkan Naomi Osaka.
Sementara itu, Marta Kostyuk datang ke Wimbledon dengan bekal dua gelar beruntun di tanah liat dan semifinal Prancis Terbuka. Namun, petenis Ukraina berusia 24 tahun itu sempat pesimistis karena catatan buruknya di rumput. Ia bahkan kalah dalam sesi latihan dari Serena Williams (44 tahun) dan Jessica Pegula. Titik balik datang dari pelatihnya, Sandra Zaniewska, yang meyakinkan bahwa rumput cocok dengan permainannya. "Saya bertanya jujur, dan dia bilang 100 persen. Itu menjadi pegangan saya," ungkap Kostyuk.
Linda Noskova, petenis muda Ceko berusia 21 tahun, mungkin yang paling mengejutkan. Sejak menjuarai turnamen Berlin sebagai persiapan, ia tampil percaya diri. "Saya mulai merasa nyaman di rumput tahun lalu. Sekarang saya menantikan musim rumput berikutnya," ujar Noskova yang tahun lalu mencapai babak keempat Wimbledon.
Menurut analis Tracy Austin, meskipun Gauff unggul dalam pengalaman Grand Slam, persaingan sangat terbuka. "Coco satu-satunya yang pernah juara, tapi saya tidak berani menyebutnya favorit. Akan menarik melihat bagaimana keempatnya mengelola tekanan," kata mantan petenis nomor satu dunia itu.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kehadiran semifinalis yang semuanya berdamai dengan rumput menjadi pelajaran bahwa adaptasi dan kepercayaan diri adalah kunci di permukaan yang paling menantang. Dengan tidak adanya juara bertahan, turnamen tahun ini membuka peluang bagi pemain baru untuk mengukir sejarah—sebuah skenario yang jarang terjadi di era dominasi Serena Williams atau Venus Williams.
Pertanyaan besarnya: akankah Gauff menambah gelar Grand Slam ketiganya, atau justru salah satu dari tiga petenis lain yang selama ini terpinggirkan di rumput akan menciptakan kejutan? Jawabannya akan diketahui pada final hari Sabtu.



