Sherlock Siap Kembali? Moffat Buka Peluang Revival
Baca dalam 60 detik
- Steven Moffat menyatakan minatnya untuk menghidupkan kembali serial Sherlock jika Benedict Cumberbatch dan Martin Freeman bersedia kembali.
- Moffat ingin mengeksplorasi versi lebih dewasa dari Holmes dan Watson, yang kini berada di usia ideal untuk karakter tersebut.
- Kesibukan Moffat menggarap Doctor Who dan Sherlock secara bersamaan disebut sebagai masa paling sibuk namun membanggakan dalam kariernya.

Steven Moffat, salah satu kreator serial fenomenal Sherlock, mengisyaratkan bahwa ia sangat terbuka untuk menghidupkan kembali drama BBC tersebut. Dalam wawancara terbaru, pria berusia 64 tahun itu mengaku merindukan petualangan detektif modern yang terakhir tayang pada 2017.
Moffat, yang menciptakan serial bersama Mark Gatiss, menyatakan bahwa kembalinya Sherlock sangat bergantung pada kesediaan dua bintang utamanya: Benedict Cumberbatch (Sherlock Holmes) dan Martin Freeman (Dr. John Watson). “Tentu saja saya akan kembali ke situ. Apa yang bisa Anda katakan, bahwa Anda kehabisan cerita Sherlock Holmes? Ada 60 cerita asli. Kami baru membuat 13 atau 14 episode,” ujarnya dalam podcast Half the Picture.
Yang menarik, Moffat justru melihat momentum baru untuk menghadirkan versi lebih matang dari Holmes dan Watson. Menurutnya, Cumberbatch (48 tahun) dan Freeman (52 tahun) kini berada di usia yang ideal—sekitar 50 tahun—seperti kebanyakan aktor legendaris yang memerankan karakter tersebut sebelumnya, seperti Basil Rathbone dan Jeremy Brett. “Kami sengaja memulai dengan versi muda. Sekarang saya ingin melihat mereka sebagai sosok setengah baya yang lebih mapan,” tambah Moffat.
Moffat juga mengenang masa-masa sibuk ketika ia harus mengerjakan Sherlock dan Doctor Who secara bersamaan. “Saya dari kehidupan televisi normal menjadi orang yang bertanggung jawab atas dua serial besar. Rasanya seperti ditabrak bus yang sangat menyenangkan,” katanya sambil tertawa. Meski penuh tekanan, ia mengaku bangga dengan hasil karya tersebut. “Saya menontonnya sekarang dan menurut saya semuanya sangat baik. Aktingnya indah, tulisannya—saya berani katakan—indah. Saya sangat bangga dan saya merindukannya.”
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menggembirakan. Sherlock memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, terutama sejak ditayangkan di platform streaming global. Namun, tantangan terbesar tetap pada jadwal para aktor utama yang kini semakin sibuk. Cumberbatch tengah disibukkan dengan proyek Marvel dan film-film besar, sementara Freeman juga aktif di berbagai produksi. Pertanyaannya, mampukah Moffat menyatukan kembali mereka untuk satu musim baru? Atau akankah Sherlock tetap menjadi kenangan manis yang tak terulang?



