Sam Ryder Pukau Penonton di Pembukaan Jesus Christ Superstar London
Baca dalam 60 detik
- Sam Ryder, mantan kontestan Eurovision, memerankan Yesus dalam produksi baru Jesus Christ Superstar di London Palladium.
- Andrew Lloyd Webber, salah satu penulis musikal, hadir langsung di malam pembukaan.
- Pertunjukan ini menjadi ajang berkumpulnya selebritas Inggris, menandai kebangkitan teater West End pasca-pandemi.

Malam pembukaan Jesus Christ Superstar di London Palladium, West End, menjadi sorotan publik Inggris. Bukan hanya karena musikal legendaris ini kembali dipentaskan setelah puluhan tahun, melainkan juga kehadiran sejumlah nama besar di industri hiburan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Sam Ryder, mantan kontestan Eurovision 2022, yang dipercaya memerankan tokoh Yesus.
Produksi terbaru ini digarap dengan sentuhan modern, namun tetap setia pada musik ikonik karya Andrew Lloyd Webber dan Tim Rice. Ryder, yang dikenal luas lewat suara khasnya di panggung Eurovision, kini harus membawakan lagu-lagu penuh emosi seperti Gethsemane di hadapan penonton langsung. Penampilannya mendapat sambutan hangat, terutama dari para kritikus teater yang menilai ia berhasil menghidupkan karakter Yesus dengan intensitas vokal yang memukau.
Andrew Lloyd Webber, yang turut hadir di malam pembukaan, menyatakan kekagumannya terhadap interpretasi Ryder. Menurut sang komposer, Ryder membawa energi baru yang relevan dengan generasi muda. Kehadiran Lloyd Webber sendiri menjadi daya tarik tersendiri, mengingat ia jarang menghadiri acara pembukaan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Ryder dan Lloyd Webber, sejumlah selebritas Inggris turut memeriahkan karpet merah. Nama-nama seperti aktor James Norton, penyanyi Rita Ora, dan presenter televisi Graham Norton terlihat hadir. Momen ini menandai kembalinya gairah industri teater London yang sempat terpuruk akibat pandemi. Tiket pertunjukan dilaporkan ludes terjual dalam beberapa jam setelah diumumkan, menunjukkan antusiasme publik yang tinggi.
Bagi penggemar teater di Indonesia, kabar ini bisa menjadi inspirasi. Meski belum ada rencana pementasan serupa di Tanah Air, kesuksesan Jesus Christ Superstar di London membuktikan bahwa musikal klasik masih relevan jika dikemas dengan pendekatan segar. Pertanyaan besarnya, akankah ada produser Indonesia yang berani menghadirkan pertunjukan semacam ini dengan sentuhan lokal?



