Angin Puting Beliung di Hubei: Seorang Pria Terlempar dari Lantai 12, 11 Tewas
Baca dalam 60 detik
- Dua tornado menerjang Provinsi Hubei, China, menewaskan 11 orang dan melukai 331 lainnya, dengan seorang pria terlempar dari apartemen lantai 12.
- Bencana ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah China, termasuk tanah longsor di Gansu dan Topan Maysak di Guangxi.
- Pemerintah China mengalokasikan dana 60 juta yuan untuk bantuan bencana, sementara Presiden Xi Jinping menyerukan upaya penyelamatan maksimal.

Dua tornado yang melanda Provinsi Hubei, China, pada Senin (6/7) menyebabkan 11 orang tewas dan 331 lainnya luka-luka. Salah satu korban, seorang pria berusia 30 tahun bernama Zhang, terhempas dari apartemennya di lantai 12 setelah jendela kaca pecah diterjang angin kencang. Peristiwa ini menjadi gambaran dahsyatnya bencana yang meluluhlantakkan kawasan Huanggang, kota yang paling parah terdampak dengan kecepatan angin mencapai 149 km/jam.
Zhang ditemukan tidak sadarkan diri di semak-semak bawah gedung oleh sepupunya, Liu, yang tinggal di lantai 20. Liu mendengar istri Zhang berteriak minta tolong setelah suaminya jatuh. โSaat kutemukan, dia sudah tidak sadar, hanya napas lemah,โ kata Liu kepada Xiaoxiang Morning Herald. Zhang kini dalam koma di rumah sakit. Istrinya dan bayi berusia satu tahun selamat karena terperangkap di kamar tidur saat badai melanda.
Korban lain, Wu, manajer taman logistik, menyaksikan kedua orang tuanya tersapu angin saat duduk di halaman kompleks. Jenazah mereka ditemukan keesokan harinya. Sementara itu, Li You, warga Distrik Changjiang, kehilangan atap dan jendela rumah tiga lantainya dalam waktu tiga hingga lima menit. โRumah ini baru dibangun 10 tahun lalu, mungkin harus dibangun ulang,โ ujarnya.
Bencana ini terjadi saat China dilanda cuaca ekstrem di berbagai wilayah. Di Gansu, tanah longsor menewaskan 21 orang, sementara Topan Maysak di Guangxi menewaskan 6 orang dan 11 hilang. Presiden Xi Jinping menyerukan upaya penyelamatan maksimal dan pencegahan bencana sekunder. Partai Komunis mengalokasikan 60 juta yuan (sekitar Rp 128 miliar) dari dana anggota partai untuk bantuan banjir di lima provinsi, termasuk Guangxi dan Gansu.
Bagi Indonesia, bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan frekuensi angin puting beliung di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pengalaman Hubei menunjukkan bahwa infrastruktur bangunan dan sistem peringatan dini sangat krusial untuk meminimalkan korban jiwa.
Ke depan, pertanyaan mendesak adalah apakah China akan memperkuat regulasi bangunan tahan angin di daerah rawan tornado, mengingat peristiwa serupa mungkin terulang seiring pemanasan global. Sementara itu, upaya rekonstruksi di Hubei diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan, dengan ribuan warga masih mengungsi.



