Jarrod Evans Kembali ke Cardiff: Pengalaman di Harlequins Jadi Modal Baru
Baca dalam 60 detik
- Pemain fly-half timnas Wales, Jarrod Evans, kembali ke Cardiff setelah tiga musim membela Harlequins.
- Evans diharapkan memperkuat lini belakang Cardiff yang akan berlaga di United Rugby Championship dan Champions Cup.
- Kembalinya Evans menjadi sinyal positif bagi Cardiff yang tengah membangun skuad kompetitif dengan tambahan pemain berpengalaman.

Jarrod Evans, pemain fly-half berusia 29 tahun yang pernah membela timnas Wales sebanyak 17 kali, resmi kembali ke Cardiff setelah tiga musim membela Harlequins di Inggris. Kepulangan ini menjadi langkah strategis bagi Cardiff yang tengah bersiap menghadapi United Rugby Championship (URC) dan Champions Cup musim depan.
Evans sebelumnya memperkuat Cardiff dalam 126 pertandingan dan mencetak 765 poin, termasuk saat membawa timnya menjuarai Challenge Cup pada 2018. Setelah pindah ke Harlequins pada 2023, ia harus bersaing dengan Marcus Smith, fly-half andalan Inggris dan British and Irish Lions, dan mencatatkan 48 penampilan. Pengalaman tersebut, menurut Evans, telah membentuknya menjadi pemain yang lebih matang.
“Saya merasa telah berkembang sebagai pemain dan pribadi. Berada di luar zona nyaman selama tiga musim memberi saya perspektif baru. Saya berharap bisa membawa hal-hal positif itu kembali ke Cardiff,” ujar Evans dalam pernyataan resmi klub.
Kembalinya Evans terjadi di saat Cardiff tengah menikmati kebangkitan. Musim lalu mereka lolos ke babak play-off URC untuk pertama kalinya, hanya kalah satu poin pada 2025, dan tak terkalahkan di kandang sepanjang musim reguler. Pelatih kepala Cardiff, Corniel van Zyl, menilai persaingan di posisi fly-half akan semakin ketat dengan kehadiran Evans, Callum Sheedy, dan Ioan Lloyd.
Van Zyl menambahkan, “Kami merasa perlu memperkuat posisi fly-half, terutama untuk menghadapi Champions Cup. Evans memiliki gaya bermain ofensif yang kami kenal, tapi ia juga mengembangkan keseimbangan antara serangan dan kontrol selama di Quins. Di luar lapangan, ia akan membantu mendorong standar, budaya, dan lingkungan tim.”
Bagi pecinta rugby di Indonesia, kepulangan Evans ke Cardiff menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana kompetisi di Eropa—khususnya URC dan Premiership—terus menghadirkan dinamika transfer yang menarik. Cardiff, yang kini diperkuat sejumlah pemain muda berbakat dan senior internasional, berpotensi menjadi kuda hitam di URC musim depan. Evans sendiri mengaku ingin berkontribusi membangun kesuksesan yang telah diraih tim sejak kepergiannya.
“Saya melihat banyak pemain muda potensial yang dipadukan dengan pemain senior berpengalaman. Saya ingin menambah apa yang bisa saya berikan, dan semoga klub bisa melangkah lebih jauh dari musim lalu,” kata Evans.
Dengan ambisi kembali ke skuad Wales setelah absen dalam tur musim panas—di mana Dan Edwards dan Sam Costelow lebih dipilih—Evans memiliki motivasi ganda. Ia pernah menjadi pahlawan kemenangan Wales atas Jepang melalui tendangan penalti di menit akhir. Pertanyaannya, akankah Evans mampu merebut tempat inti di Cardiff dan kembali ke timnas? Musim depan akan menjadi jawabannya.



