Antusiasme Pecah: 11.000 Tiket Musiman Roma Ludes dalam Sehari Usai Tiket Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- AS Roma mencatat rekor penjualan tiket musiman dengan 11.000 unit terjual pada hari pertama, didorong oleh kembalinya mereka ke Liga Champions.
- Lonjakan permintaan mencapai 4.500 tiket dalam 90 menit pertama, membuat situs klub sempat down akibat tingginya trafik.
- Angka ini naik 31% dibanding rata-rata tahun sebelumnya, menandakan optimisme besar menyambut musim 2026-27 di bawah asuhan Gasperini.

Kembalinya AS Roma ke Liga Champions setelah tujuh tahun absen memicu gelombang antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada hari pertama penjualan tiket musiman untuk musim 2026-27, klub mencatat rekor baru: 11.000 tiket berhasil diperbaharui dalam waktu 24 jam, termasuk 4.500 tiket yang ludes dalam 90 menit pertama.
Lonjakan permintaan ini membuat situs resmi Roma sempat tidak bisa diakses akibat membludaknya pengunjung. Menurut laporan Sky Sport Italia, angka tersebut meningkat sekitar 31 persen dibandingkan rata-rata penjualan hari pertama pada musim-musim sebelumnya yang hanya mencapai 7.500 tiket. Fenomena ini menunjukkan betapa besarnya harapan suporter terhadap performa tim di bawah arahan pelatih Gian Piero Gasperini.
Gasperini, yang membawa Roma finis di posisi ketiga Serie A musim lalu, berhasil membangkitkan kembali gairah publik ibu kota. Stadio Olimpico yang kerap dipenuhi penonton dalam beberapa bulan terakhir menjadi bukti nyata kebangkitan Giallorossi. Kini, dengan jaminan tampil di kompetisi elit Eropa, para penggemar berlomba-lomba mengamankan tempat mereka untuk menyaksikan laga-laga besar.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, fenomena ini memberikan gambaran bagaimana prestasi dan atmosfer kompetisi Eropa mampu mendongkrak loyalitas suporter. Klub-klub besar seperti Roma menjadi contoh bagaimana manajemen klub dapat memanfaatkan momentum untuk memperkuat basis penggemar dan pendapatan. Di tengah persaingan Serie A yang semakin ketat, keberhasilan Roma mempertahankan dan menambah jumlah pemegang tiket musiman menjadi sinyal positif bagi stabilitas finansial klub.
Namun, tantangan ke depan tidaklah ringan. Gasperini harus mampu mempertahankan konsistensi tim di dua ajang sekaligus: Serie A dan Liga Champions. Tekanan ekspektasi suporter yang kini semakin tinggi bisa menjadi pedang bermata dua. Jika performa tim menurun, kekecewaan pun berpotensi besar. Pertanyaannya, mampukah Roma menjaga momentum ini dan kembali bersaing di papan atas Eropa?



