Tomori Tolak Reuni dengan Lampard di Coventry City, AC Milan Makin Gigih Jual
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah AC Milan, Fikayo Tomori, menolak tawaran Coventry City yang baru promosi ke Premier League meski akan bersatu kembali dengan Frank Lampard.
- AC Milan memasang harga โฌ15-20 juta untuk Tomori yang kontraknya tersisa dua tahun, namun sang pemain menganggap pindah ke Coventry sebagai langkah mundur.
- Penolakan ini bukan pertama kali; Tomori sebelumnya juga menggagalkan transfer yang sudah disepakati dengan Tottenham Hotspur pada 2025.

Fikayo Tomori kembali menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim panas ini. Bek tengah AC Milan berusia 28 tahun itu dikabarkan menolak mentah-mentah ajakan Coventry City, klub yang baru saja promosi ke Premier League, meski tawaran tersebut berarti reuni dengan mantan pelatihnya di Chelsea, Frank Lampard.
Menurut laporan Sportmediaset, Coventry City telah menanyakan ketersediaan Tomori kepada AC Milan. Namun, pemain kelahiran Kanada itu langsung mengesampingkan opsi tersebut. Tomori menilai pindah ke Coventry sebagai langkah yang terlalu besar mundur dari San Siro. Ia lebih memilih menunggu tawaran yang lebih menarik.
Sikap Tomori ini sebenarnya bukan hal baru. Pada 2025, ia juga menggagalkan transfer yang sudah disepakati antara AC Milan dan Tottenham Hotspur. Kala itu, kesepakatan nyaris rampung, namun Tomori memilih bertahan di Milan. Kini, dengan situasi yang berbeda, ia kembali menunjukkan selektivitas tinggi dalam memilih klub berikutnya.
AC Milan sendiri berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Tomori tidak masuk dalam rencana pelatih anyar Ruben Amorim. Kontraknya akan habis pada Juni 2027, sehingga musim panas ini menjadi momen krusial bagi Milan untuk mendapatkan dana segar. Rossoneri sebelumnya mengeluarkan โฌ36 juta untuk menebus Tomori dari Chelsea pada 2021, dan kini berharap bisa mendapatkan kembali sebagian dari investasi tersebut.
Bagi AC Milan, situasi ini menjadi dilema. Di satu sisi, mereka ingin segera melepas Tomori agar tidak kehilangan aset secara gratis. Di sisi lain, sikap pemain yang pilih-pilih membuat opsi klub terbatas. Jika tidak ada tawaran yang sesuai dengan ekspektasi Tomori, Milan mungkin harus menurunkan harga atau mencari pembeli di luar Inggris.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Tomori di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Sebagai salah satu pemain keturunan Nigeria yang pernah membela Timnas Inggris, Tomori memiliki basis penggemar yang cukup besar di Asia Tenggara. Keputusannya menolak Coventry City bisa membuka peluang bagi klub-klub dari liga lain, termasuk mungkin dari Liga Arab Saudi atau Turki, yang belakangan gencar mendatangkan pemain Eropa.
Frank Lampard, yang kini menukangi Coventry City, tentu kecewa dengan penolakan ini. Lampard pernah menjadi pelatih Tomori di Chelsea dan dianggap berperan dalam perkembangan kariernya. Namun, ambisi Tomori untuk tetap bermain di level tertinggi tampaknya lebih kuat daripada ikatan emosional dengan mantan mentornya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah ada klub papan atas Eropa yang bersedia memenuhi harga โฌ15-20 juta untuk Tomori? Ataukah Milan harus rela melepasnya dengan harga lebih murah di akhir bursa? Yang jelas, saga transfer Tomori masih panjang dan akan terus menghiasi halaman bursa transfer musim panas ini.



