Zverev Akhiri Kutukan, Tembus Semifinal Wimbledon Usai Kalahkan Fritz yang Cedera
Baca dalam 60 detik
- Alexander Zverev mengalahkan Taylor Fritz 6-4, 6-4, 6-2 di perempat final Wimbledon, memutus rekor tujuh kekalahan beruntun dari petenis Amerika tersebut.
- Fritz bermain dengan cedera lutut yang membatasi pergerakannya, sementara Zverev tampil dominan dan hanya butuh waktu kurang dari dua jam untuk memastikan kemenangan.
- Zverev akan menghadapi petenis tuan rumah Arthur Fery di semifinal, berpeluang meraih gelar Grand Slam kedua setelah sukses di Prancis Terbuka bulan lalu.

Alexander Zverev akhirnya memecahkan kebuntuan panjang di Wimbledon. Unggulan kedua asal Jerman itu melaju ke semifinal untuk pertama kalinya setelah menundukkan Taylor Fritz dalam tiga set langsung, 6-4, 6-4, 6-2, di Lapangan Satu, Rabu (10/7). Kemenangan ini sekaligus memutus rekor buruk Zverev yang selalu kalah dalam tujuh pertemuan sebelumnya melawan petenis Amerika Serikat tersebut.
Pertandingan berlangsung tidak seimbang sejak awal. Fritz, yang sebelumnya unggul 10-5 dalam rekor head-to-head, tampil terbatas akibat cedera lutut kanan yang dideritanya. Petenis berusia 26 tahun itu kesulitan bergerak cepat dan sering kali terlambat menjangkau bola. Zverev, yang baru sebulan lalu menjuarai Prancis Terbuka, memanfaatkan situasi itu dengan permainan agresif dari baseline. Ia mencatatkan 12 ace dan hanya melakukan 10 kesalahan sendiri, jauh lebih efisien dibandingkan Fritz yang membuat 23 unforced errors.
Bagi Zverev, kemenangan ini menjadi penebusan atas kegagalannya di edisi-edisi sebelumnya. Sebelum tahun ini, ia tidak pernah melewati babak keempat Wimbledon. Kini, petenis berusia 27 tahun itu hanya berjarak dua kemenangan lagi dari gelar Grand Slam kedua. โSaya sangat senang bisa bermain di level setinggi ini. Taylor adalah lawan tangguh, tetapi saya fokus pada permainan sendiri,โ ujar Zverev usai pertandingan.
Di semifinal, Zverev akan berhadapan dengan Arthur Fery, petenis muda Inggris yang lolos sebagai wild card. Fery sebelumnya mengejutkan banyak pihak dengan mengalahkan Flavio Cobolli dari Italiaโyang merupakan runner-up Prancis Terbuka setelah dikalahkan Zverev di final. Pertemuan ini diprediksi akan menarik karena Fery tampil percaya diri di hadapan pendukung sendiri.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, pencapaian Zverev di Wimbledon tahun ini menjadi sorotan. Selain karena statusnya sebagai juara bertahan Prancis Terbuka, permainan konsisten Zverev di lapangan rumput menunjukkan bahwa ia layak diperhitungkan di turnamen Grand Slam mana pun. Jika berhasil melewati Fery, Zverev berpotensi bertemu dengan petenis top lain di final, seperti Novak Djokovic atau Carlos Alcaraz, yang masih bertahan di sisi undian lain.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Zverev mampu mempertahankan performa puncaknya saat menghadapi tekanan di semifinal? Dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi dan rekor buruk yang sudah terputus, ia jelas menjadi salah satu kandidat kuat juara tahun ini.



