Di Tengah Ayah Dipenjara, Putri Kembar Sean 'Diddy' Combs Luncurkan Merek Fesyen
Baca dalam 60 detik
- Jessie dan D'Lila Combs, putri kembar Sean 'Diddy' Combs, meluncurkan merek streetwear 12TWINTY1 saat ayah mereka menjalani hukuman penjara 50 bulan.
- Merek ini telah direncanakan selama tiga tahun dan tidak terkait dengan kasus hukum sang ayah, menurut pernyataan keduanya.
- Koleksi perdana bertajuk 777, dengan harga mulai dari $34 hingga $119, dirilis pada 7 Juli 2026.

Putri kembar Sean 'Diddy' Combs, Jessie dan D'Lila Combs, resmi meluncurkan merek fesyen sendiri di tengah sorotan publik atas hukuman penjara yang dijalani sang ayah. Dua remaja berusia 19 tahun itu memperkenalkan label streetwear bernama 12TWINTY1 pada Selasa (7/7/2026), menandai langkah perdana mereka di industri mode.
Peluncuran ini terjadi saat Diddy menjalani hukuman 50 bulan penjara atas dua dakwaan terkait prostitusi yang diputuskan pada 2025. Meski demikian, kedua saudari itu menegaskan bahwa bisnis mereka berjalan terpisah dari kontroversi sang ayah. "Berita tentang dia adalah urusannya, urusan kami adalah urusan kami. Perjalanan kami berbeda," ujar D'Lila kepada PageSix. "Kami berusaha tetap positif dan fokus pada apa yang kami bangun."
Jessie menambahkan bahwa rencana pendirian merek ini sudah dirancang jauh sebelum masalah hukum ayah mereka muncul. "Kami sudah merencanakannya selama sekitar tiga tahun. Sejak kecil, kami memang menyukai mode," katanya. Menariknya, Diddyโyang sukses dengan merek Sean John pada 1998โtetap memberikan masukan dari balik jeruji besi. "Dia sangat bangga pada kami. Kami sering meminta nasihat, dan dia sangat membantu," ungkap Jessie.
Dalam pernyataan di situs resmi merek, Jessie dan D'Lila mengaku kecintaan pada mode sudah tumbuh sejak usia tiga tahun. "Kami selalu suka memilih pakaian serasi dan bergaya sendiri. Gairah itu terus berkembang," tulis mereka. Nama 12TWINTY1 dipilih karena mengandung makna personal: tanggal lahir 21 Desember (12/21) dan identitas sebagai kembar. "Kami adalah bayangan cermin satu sama lain, seperti angka 12 dan 21. Kami menyisipkan kata 'twin' untuk merayakan anugerah menjadi kembar," jelas mereka.
Peluncuran 12TWINTY1 menarik perhatian tidak hanya karena latar belakang keluarga Combs, tetapi juga karena momentumnya yang bertepatan dengan tren fesyen global yang semakin mengakomodasi anak muda kreatif. Di Indonesia, fenomena serupa terlihat pada merek lokal yang digagas oleh figur publik atau keluarga selebriti, seperti peluncuran lini pakaian oleh anak artis yang kerap memanfaatkan basis penggemar orang tua. Namun, Jessie dan D'Lila menekankan bahwa merek mereka berdiri sendiri dan tidak bergantung pada nama besar Diddy. "Kami ingin membangun sesuatu yang orisinal," tegas D'Lila.
Ke depan, tantangan terbesar bagi 12TWINTY1 adalah membedakan diri di pasar streetwear yang padat, terutama tanpa dukungan langsung dari sang ayah yang masih mendekam di penjara. Namun, dengan perencanaan matang dan cerita personal yang kuat, merek ini berpotensi menarik konsumen yang mencari autentisitas. Pertanyaannya, akankah publik mampu memisahkan produk dari bayang-bayang kontroversi keluarga Combs?



