Skandal Wasit Serie A Meredup: Investigasi Rocchi Terancam Dihentikan
Baca dalam 60 detik
- Penyelidikan terhadap Gianluca Rocchi, yang dituduh melakukan penipuan olahraga terkait penunjukan wasit, kemungkinan besar dihentikan karena kurangnya bukti.
- Tuduhan awal termasuk memengaruhi VAR secara langsung, namun dakwaan telah direvisi setelah Rocchi memberikan keterangan selama empat jam.
- Kasus ini menyisakan pertanyaan tentang transparansi penunjukan wasit di Serie A, tanpa bukti kolusi langsung dengan klub.

Investigasi terhadap Gianluca Rocchi, sang penunjuk wasit Serie A yang dituduh melakukan penipuan olahraga, nyaris kandas. Laporan dari Italia menyebutkan bahwa kasus ini kemungkinan besar akan dihentikan karena bukti yang tidak mencukupi. Skandal yang mengguncang sepak bola Italia sejak April lalu ini kini kehilangan momentumnya.
Pada 25 April, Rocchi secara resmi diselidiki oleh Jaksa Milan Maurizio Ascione atas dugaan partisipasi dalam penipuan olahraga. Fokus utama penyelidikan adalah insiden pada musim 2024-25, termasuk keputusan untuk menunjuk wasit tertentu sementara yang lain dihindari karena 'tidak disukai' oleh klub tertentu. Tuduhan lain yang lebih sensasional adalah Rocchi mengetuk kaca bilik VAR di pusat Lissone untuk memengaruhi keputusan wasit secara langsung.
Namun, setelah berbulan-bulan wawancara, kasus ini dilaporkan tidak memiliki cukup bukti untuk dilanjutkan. La Gazzetta dello Sport mencatat bahwa Rocchi awalnya menggunakan haknya untuk tidak menjawab pertanyaan, tetapi ketika dipanggil lagi beberapa hari lalu, ia berbicara selama empat jam. Hasilnya, dakwaan berubah: tuduhan mengetuk kaca VAR dihapus karena dianggap melanggar protokol, tetapi tidak terbukti.
Yang tersisa hanyalah dugaan bahwa Rocchi menghindari menunjuk wasit tertentu karena Inter Milan 'tidak menyukai' kinerja mereka. Contohnya, pada musim 2025-26, ia menunjuk Maurizio Mariani untuk laga Torino-Inter pada April 2026 karena Scudetto sudah pasti. Juga, pada Mei 2025, Gianluca Manganiello ditunjuk untuk Inter-Verona karena klub tidak menyukai alternatifnya, Simone Sozza. Namun, panggilan telepon yang dilakukan Rocchi bukan dengan perwakilan Inter, melainkan dengan tokoh lain di dunia perwasitan yang menyampaikan kekhawatiran Inter.
Masalahnya, tanpa bukti kolusi langsung dengan klub, kasus ini sulit dilanjutkan. Inter Milan atau perwakilannya tidak pernah menjadi subjek penyelidikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana pengaruh klub dalam penunjukan wasit di Serie A, dan apakah sistem saat ini cukup transparan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa integritas wasit adalah isu global. Di Liga Indonesia, polemik serupa kerap muncul, meski belum ada investigasi formal seperti di Italia. Ke depan, apakah federasi sepak bola di berbagai negara akan memperketat regulasi untuk mencegah konflik kepentingan? Ataukah kasus seperti ini hanya akan menjadi angin lalu tanpa perubahan berarti?



