Anwar Tegaskan Tak Akan Hubungi Singapura soal Logistik Pemilu: Cukup Informasi ke Perusahaan
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan tidak akan menghubungi Perdana Menteri Singapura untuk mengatur pemungutan suara warga Malaysia di negara tersebut pada pemilu negara bagian mendatang.
- Anwar hanya akan mengimbau perusahaan-perusahaan di Singapura untuk memfasilitasi kepulangan pemilih, sementara hari pemungutan suara diserahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum yang independen.
- Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan politik antara Anwar dan petahana Menteri Besar Johor terkait implementasi Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan tidak akan menjalin komunikasi dengan pemimpin Singapura terkait pengaturan logistik pemungutan suara bagi warga Malaysia yang tinggal di republik tersebut pada pemilihan negara bagian mendatang. Sikap ini disampaikan Anwar dalam sesi Perdana Menteri Bertanya di Dewan Rakyat, Selasa (8/7/2026), menepis spekulasi bahwa pemerintah federal akan melibatkan otoritas asing dalam urusan domestik.
Menurut Anwar, meskipun secara umum Malaysia tidak melibatkan negara lain dalam urusan dalam negeri, termasuk pemilu, pemerintah tetap dapat memberikan informasi kepada perusahaan-perusahaan di Singapura untuk memfasilitasi kepulangan pemilih. โSaya tidak berniat menghubungi Perdana Menteri Singapura mengenai pengaturan pemungutan suara atau pemilu di Malaysia,โ ujarnya tegas. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga kedaulatan proses demokrasi Malaysia tanpa campur tangan asing.
Anwar juga menyampaikan pandangan pribadinya bahwa hari Minggu akan menjadi opsi yang lebih baik sebagai hari pemungutan suara. Namun, ia menekankan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Komisi Pemilihan Umum (EC) yang independen. โEC adalah badan independen, dan keputusan apakah pemungutan suara dilakukan pada hari Minggu atau Sabtu adalah wewenang mereka,โ katanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak akan mengintervensi jadwal pemilu meskipun memiliki preferensi.
Di luar isu pemilu, Anwar menegaskan bahwa koalisi pemerintah federal tetap solid. Ia mencontohkan pola kampanyenya di Johor Baru yang hanya dilakukan akhir pekan, dan kembali ke Kuala Lumpur pada malam hari. โSaya yakin pendekatan yang sama akan diambil saat pemilu negara bagian Negeri Sembilan. Saya akan mengoordinasikan program dengan Wakil Perdana Menteri I saat berkampanye di sana,โ ujarnya. Hal ini menunjukkan efisiensi dan koordinasi yang ketat dalam tubuh pemerintahan.
Sementara itu, dalam acara di Jengka, Pahang, Anwar memuji hubungan baik antara pemerintah negara bagian Pahang dan pemerintah federal sebagai contoh yang patut ditiru oleh pemimpin negara bagian lain. โMereka yang paham referensinya akan mengerti,โ katanya, menyindir pihak-pihak yang kerap berseteru dengan pusat. Pernyataan ini muncul di tengah perseteruan antara Anwar dan petahana Menteri Besar Johor, Datuk Onn Hafiz Ghazi, terkait implementasi Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ).
Ke depan, ketegangan antara federal dan negara bagian, khususnya Johor, berpotensi mempengaruhi kelancaran proyek strategis seperti JS-SEZ. Anwar tampaknya ingin menegaskan bahwa kerja sama yang harmonis antara pusat dan daerah adalah kunci, tanpa harus melibatkan pihak asing dalam urusan domestik. Pertanyaannya, akankah pendekatan ini cukup meredakan gesekan politik yang semakin memanas menjelang pemilu?



