Janse van Rensburg Siap Debut, Inggris Andalkan Fisik dan Variasi Serangan
Baca dalam 60 detik
- Bristol centre Janse van Rensburg akan menjalani caps perdana bersama Inggris melawan Fiji setelah memenuhi syarat residensi lima tahun.
- Pelatih Richard Wigglesworth memuji kemampuannya bermain di dua posisi centre, memberikan opsi taktis baru bagi Inggris yang tengah dalam tren negatif.
- Kombinasi kekuatan fisik dan kreativitas serangan diharapkan mampu memperbaiki lini tengah Inggris yang kerap dikritik dalam beberapa laga terakhir.

Bristol Bears centre berusia 29 tahun, Benhard Janse van Rensburg, dipastikan akan menjalani debut internasionalnya bersama Inggris saat menghadapi Fiji di Liverpool, Sabtu (11/7). Pemain kelahiran Afrika Selatan itu telah memenuhi syarat residensi lima tahun di Inggris dan sebelumnya sempat membela tim U-20 Springboks lebih dari satu dekade lalu, namun tidak pernah tampil di level senior sehingga statusnya dianggap bebas oleh Rugby Football Union.
Senior assistant coach Inggris, Richard Wigglesworth, menyebut Janse van Rensburg sebagai pemain "all-court" yang mampu memberikan kontribusi baik dalam pertahanan maupun serangan. "Saya suka bagaimana ia ingin melakukan tekel dan menyukai aspek fisik permainan, tapi ia juga ingin memegang bola di sisi lain," ujar Wigglesworth. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat lini tengah Inggris yang tengah berjuang keluar dari rentetan lima kekalahan beruntun di level internasional.
Janse van Rensburg telah tiga musim berturut-turut masuk dalam tim terbaik Premiership, menunjukkan konsistensi performa di level klub. Kemampuannya bermain sebagai inside maupun outside centre memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih Steve Borthwick. Sebelumnya, Inggris lebih sering mengandalkan Seb Atkinson (Gloucester) sebagai inside centre utama, sementara Tommy Freeman yang aslinya wing dikonversi menjadi outside centre dalam tujuh dari sembilan penampilan terakhirnya.
Dalam laga non-cap melawan Perancis XV bulan lalu, Janse van Rensburg masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua menggantikan Atkinson, menandakan bahwa ia kemungkinan besar akan ditempatkan sebagai inside centre (nomor 12) pada debutnya. Kombinasi dengan pemain seperti Henry Slade atau Max Ojomoh yang juga ada dalam skuad bisa menjadi senjata baru Inggris untuk memperbaiki lini serang yang tumpul.
Inggris sendiri tengah dalam tekanan setelah performa buruk di Six Nations dan kekalahan telak dari Afrika Selatan di Johannesburg. Fly-half Fin Smith secara blak-blakan menyebut timnya "lemah dalam bertahan", sementara prop Ellis Genge mengkritik beberapa periode permainan yang tidak bisa diterima. Kekalahan dari Fiji akan menjadi pukulan telak bagi moral tim.
Fiji, meski baru kalah dari Wales, tetap menjadi lawan berbahaya dengan gaya rugby cepat dan fisik. Pertandingan ini juga menjadi bagian dari Nations Championship yang baru, di mana setiap hasil sangat menentukan posisi di klasemen. Bagi Inggris, laga ini bukan sekadar uji coba, melainkan momentum kebangkitan.
Dengan masuknya Janse van Rensburg, publik rugby Inggris berharap lini tengah yang sebelumnya dianggap kurang kreatif dan mudah ditembus kini memiliki dimensi baru. Pertanyaan besarnya: akankah debutan ini mampu mengubah nasib Inggris yang tengah terpuruk?



