Pelaku Bom Monaco Ditemukan Tewas di Ukraina, Intelijen Terlibat
Baca dalam 60 detik
- Anastasiia Berezovska, buronan Interpol dalam kasus bom paket di Monaco, ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di Ukraina.
- Dua orang ditahan, termasuk seorang perwira intelijen aktif yang diduga membunuh Berezovska dan mentransfer uang kripto kepadanya.
- Penemuan ruang penyiksaan di rumah mantan aparat keamanan memperumit kasus yang menargetkan taipan Ukraina dan keluarganya.

Seorang perempuan Ukraina yang menjadi tersangka utama dalam serangan bom paket di Monaco bulan lalu ditemukan tewas tertembak di Ukraina, sementara aparat setempat menahan dua orang, termasuk seorang perwira intelijen aktif, yang diduga terlibat dalam pembunuhannya.
Anastasiia Berezovska, 39 tahun, telah masuk dalam daftar buronan Interpol atas percobaan pembunuhan terhadap seorang taipan kelahiran Ukraina, pasangannya, dan putra remajanya dalam ledakan yang mengguncang negara mikro kaya itu. Polisi Nasional Ukraina mengonfirmasi bahwa jenazah Berezovska ditemukan dengan luka tembak di kepala. Dalam pernyataan resmi, polisi menyebut telah menahan dua individu yang dicurigai membunuh perempuan yang diburu Interpol tersebut.
Perwira intelijen yang ditahan, menurut polisi, melaporkan sendiri pembunuhan itu saat penggeledahan. Ia mengaku bertindak atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan atasan, termasuk dalam hal transfer uang dan komunikasi dengan Berezovska. Investigasi juga mengungkap adanya transfer mata uang kripto kepada tersangka, yang kini diperiksa kaitannya dengan serangan di Monaco. Di rumah seorang mantan aparat keamanan yang ditahan sebagai kaki tangan, polisi menemukan ruang bawah tanah yang menyerupai ruang penyiksaan.
Serangan bom paket pada awal Juli itu mengejutkan Monaco, negara mikro di pesisir Prancis selatan yang dikenal sebagai tempat bermain para superkaya. Pangeran Albert II menyebut insiden itu sebagai "kejahatan keji". Meskipun otoritas Monaco belum mengonfirmasi identitas korban, sumber menyebut targetnya adalah Vadym Yermolaiev, seorang pengusaha kaya yang berasal dari Ukraina dan kini menjadi warga negara Siprus.
Kasus ini menyoroti jaringan kejahatan lintas batas yang melibatkan mata uang kripto dan intelijen. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pengingat akan kerentanan sistem keamanan di negara-negara kecil yang menjadi pusat keuangan global. Meskipun tidak ada kaitan langsung dengan Indonesia, modus operandi yang menggunakan paket bom dan pembunuhan bayaran bisa menjadi pelajaran bagi aparat keamanan dalam negeri, terutama mengingat meningkatnya transaksi kripto dan potensi penyalahgunaannya oleh jaringan kriminal.
Ke depan, investigasi bersama antara Ukraina dan Monaco akan menentukan apakah ada aktor lain di balik serangan ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak asing. Pertanyaan besar yang tersisa: apakah kematian Berezovska merupakan upaya menghilangkan jejak, atau bagian dari konspirasi yang lebih luas yang melibatkan intelijen dan kejahatan terorganisir?



