Tiga Dekade 'Wannabe': Spice Girls Rayakan Lagu yang Mengubah Hidup Mereka
Baca dalam 60 detik
- Spice Girls memperingati 30 tahun perilisan 'Wannabe', single debut yang melambungkan nama mereka ke puncak tangga lagu global.
- Meski tidak ada rencana tur reuni, para anggota tetap menjalin komunikasi bisnis dan membahas peluang kolaborasi di masa depan.
- Semangat 'Girl Power' yang diusung lagu ini masih relevan dan menginspirasi generasi baru, termasuk penggemar di Indonesia.

Tiga dekade telah berlalu sejak 'Wannabe' pertama kali mengguncang industri musik dunia. Spice Girls, grup vokal perempuan asal Inggris yang identik dengan semangat 'Girl Power', secara resmi memperingati ulang tahun ke-30 single debut mereka yang legendaris itu pada 8 Juli 2026. Lagu yang dirilis pada 1996 tersebut tidak hanya menjadi anthem generasi 90-an, tetapi juga mengubah hidup kelima personelnya—Mel B, Emma Bunton, Geri Horner, Melanie C, dan Victoria Beckham—secara permanen.
Melalui akun Instagram resmi, Spice Girls mengunggah video musik 'Wannabe' disertai ucapan: "30 tahun Wannabe! Selamat ulang tahun untuk lagu yang mengubah hidup kami selamanya. Terima kasih telah menjadikannya bagian dari hidup kalian selama tiga dekade terakhir." Unggahan ini langsung dibanjiri komentar dari para penggemar setia yang tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Tak hanya akun resmi, masing-masing personel pun turut merayakan momen ini dengan gaya khas mereka. Melanie C menulis, "30 tahun Girl Power! Selamat ulang tahun Wannabe. Lagu yang mengubah hidup kami selamanya." Sementara Mel B hanya menuliskan "Zigazig ahhhh. Yipppeeee"—frasa ikonik dari lirik lagu tersebut.
Secara komersial, 'Wannabe' mencetak prestasi yang sulit ditandingi. Lagu ini bertengger di posisi pertama tangga lagu Inggris selama tujuh minggu berturut-turut dan berhasil memuncaki charts di 37 negara. Kesuksesan ini membuka jalan bagi album debut mereka, 'Spice', yang terjual lebih dari 23 juta kopi di seluruh dunia. Di Indonesia, 'Wannabe' menjadi salah satu lagu asing paling populer di era 90-an, sering diputar di radio dan stasiun televisi, serta menjadi soundtrack bagi banyak remaja yang tumbuh dengan semangat pemberdayaan perempuan.
Meski perayaan kali ini tidak dibarengi dengan tur reuni besar-besaran, Melanie C mengungkapkan bahwa para anggota masih sering berdiskusi mengenai masa depan grup. Dalam wawancaranya dengan podcast Louis Theroux, ia menjelaskan bahwa mereka tetap menjalankan bisnis bersama, termasuk mengelola merek dagang dan merchandise. "Kami tidak sering bertemu, tetapi ini masih sebuah bisnis. Ada hal-hal yang harus kami urus. Tahun ini adalah ulang tahun besar," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada rencana konkret untuk merayakan anniversary tersebut. "Kami ingin. Semuanya masih dalam diskusi. Ini adalah waktu yang positif bagi kami. Tidak ada yang sedang dikerjakan, jadi jelas tidak akan ada sesuatu yang tepat waktu untuk ulang tahun. Tapi kami sedang membahas banyak peluang bagus."
Salah satu poin menarik adalah pernyataan Melanie C bahwa kelima personel, termasuk Victoria Beckham yang absen dari reuni tur 2019, akan selalu dilibatkan dalam setiap keputusan besar grup. "Saya suka itu. Ketika saya tampil di acara dan orang ingin memperkenalkan saya, jika mereka menyebut saya mantan Spice Girl, saya sangat tersinggung. Karena sekali Spice Girl, tetap Spice Girl. Kami semua merasa seperti itu. Mungkin ada saatnya kami memilih untuk tidak bekerja di arena itu, tapi kami tetaplah Spice Girls," tegasnya. Pernyataan ini menepis spekulasi bahwa Victoria telah sepenuhnya meninggalkan grup demi fokus pada bisnis fesyennya.
Bagi penggemar di Indonesia, perayaan 30 tahun 'Wannabe' menjadi pengingat akan pengaruh budaya pop global yang merasuk hingga ke Asia Tenggara. Semangat 'Girl Power' yang diusung Spice Girls telah menginspirasi banyak perempuan Indonesia untuk percaya diri dan mandiri. Meski belum ada kepastian mengenai proyek reuni, antusiasme publik tetap tinggi. Akankah kelima Spice Girls bersatu kembali untuk sebuah pertunjukan spektakuler? Ataukah mereka akan memilih jalur berbeda, seperti merilis ulang lagu-lagu lama dengan aransemen baru? Hingga saat ini, semua masih menjadi misteri yang hanya bisa dijawab oleh waktu.



