Martin Freeman Sebut Klaim The Office Bukan Improvisasi Bikin Jengkel
Baca dalam 60 detik
- Martin Freeman mengungkap kekesalannya terhadap klaim Ricky Gervais dan Stephen Merchant yang menyangkal adanya improvisasi di The Office.
- Aktor yang memerankan Tim Canterbury itu menilai naskah cetak yang beredar justru merupakan transkrip hasil tayangan, bukan skrip asli.
- Dalam dokumenter peringatan 25 tahun, Freeman dan Mackenzie Crook akan berbagi cerita di balik layar serial legendaris BBC tersebut.

Martin Freeman, aktor yang memerankan Tim Canterbury dalam serial komedi legendaris The Office, mengaku sempat merasa kesal dengan pernyataan Ricky Gervais dan Stephen Merchant yang bersikukuh bahwa seluruh dialog dalam acara itu murni hasil tulisan, bukan improvisasi. Dalam sebuah dokumenter terbaru, ia menegaskan bahwa klaim tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Bagi penggemar setia The Office, gaya dialog yang terkesan natural dan spontan memang menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, di balik layar, Freeman mengungkapkan bahwa ada ketegangan kecil terkait pengakuan atas kontribusi para aktor. Menurutnya, ketika serial itu meroket dan banyak penonton mengira adegan-adegannya diimprovisasi, Gervais dan Merchant dengan tegas membantah. โMereka bilang, โTidak, tidak ada yang diimprovisasi.โ Padahal itu tidak benar,โ ujar Freeman dalam dokumenter Mackenzie Crook and Martin Freeman Remember...The Office.
Kekesalan Freeman semakin memuncak ketika naskah cetak The Office dirilis ke publik. Ia mendapati bahwa buku tersebut bukanlah skrip asli yang digunakan saat syuting, melainkan transkrip dari apa yang sudah ditayangkan di televisi. โItu sedikit mengganggu saya karena, siapa pun yang mengenal kami pasti tahu bahwa dialog tertentu muncul dari Anda pada momen itu, dan dialog lain dari saya,โ jelasnya. Ia menekankan bahwa proses kreatif di set memang longgar, tetapi tetap berpegang pada kerangka naskah yang brilian dari Gervais dan Merchant.
Meskipun mengkritik klaim tersebut, Freeman tetap mengakui kualitas tulisan Gervais dan Merchant. โNaskahnya benar-benar brilian. Saya paham ada sedikit sikap protektif dari mereka, karena jika tidak, orang akan berpikir kami hanya datang dan membuat semuanya sendiri. Itu jelas bukan yang terjadi,โ katanya. Ia menambahkan bahwa kontribusi para aktor tidak berarti mereka layak mendapat kredit penulisan, tetapi improvisasi ringan memang terjadi dan menjadi bagian dari warna unik serial tersebut.
Dokumenter yang sama juga akan menampilkan Mackenzie Crook, yang memerankan Gareth Keenan. Keduanya akan berbagi kenangan pribadi, cerita di balik layar, serta refleksi tentang warisan The Office yang terus hidup hingga seperempat abad kemudian. Bagi penonton Indonesia yang akrab dengan tayangan ulang serial ini di stasiun televisi lokal, pengakuan Freeman memberikan perspektif baru tentang dinamika kreatif di balik salah satu sitkom paling berpengaruh di dunia.
Ke depannya, pertanyaan yang mengemuka adalah: akankah pengakuan ini membuka diskusi lebih luas tentang peran aktor dalam proses kreatif serial komedi? Atau justru memperkuat posisi Gervais dan Merchant sebagai penulis jenius yang tetap membuka ruang bagi spontanitas? Yang jelas, perdebatan soal improvisasi di The Office tampaknya belum akan usai.



