Investor Nigeria Raup N1,86 Triliun dalam Sehari: Sinyal Pasar Modal Afrika Menguat?
Baca dalam 60 detik
- Kapitalisasi bursa Nigeria melonjak N1,86 triliun dalam sehari, mendorong imbal hasil year-to-date ke 52,35%.
- Aksi beli saham dividen menjelang musim laporan kuartal III menjadi motor penggerak utama reli dua hari berturut-turut.
- Kenaikan ini menempatkan NGX sebagai salah satu bursa dengan performa terbaik di Afrika, menarik minat investor global.

Bursa Efek Nigeria (NGX) mencatat lonjakan kapitalisasi pasar sebesar N1,86 triliun pada Selasa (8/10), memperpanjang reli dua hari yang telah menambah kekayaan investor hingga N5,03 triliun. Gelombang beli yang deras terjadi di hampir seluruh sektor, dengan saham-saham dividen menjadi primadona menjelang musim laporan keuangan kuartal ketiga.
Indeks harga saham gabungan NGX All-Share Index (ASI) melesat 1,24% atau 2.905,05 basis poin ke level 237.083,28. Kapitalisasi pasar pun menyentuh N152,14 triliun. Angka ini menempatkan imbal hasil year-to-date bursa Nigeria pada posisi 52,35% โ salah satu yang tertinggi di kawasan Afrika sub-Sahara.
Meski volume dan nilai transaksi sedikit menurun dibanding hari sebelumnya โ dari 538,60 juta unit saham senilai N38,69 miliar menjadi 493,42 juta unit senilai N27,84 miliar โ sentimen pasar tetap bullish. Rasio saham naik versus turun mencapai 3,12 kali, dengan 53 saham menguat dan hanya 17 yang melemah.
Zenith Bank memimpin daftar saham paling aktif, baik dari sisi volume (94,29 miliar unit) maupun nilai (N9,91 miliar). Kenaikan harga saham Dangote Cement (+5,40%), MTN Nigeria (+2,62%), Lafarge Africa (+4,83%), dan First Holdco (+4,38%) menjadi motor utama penguatan indeks.
Kinerja sektoral menunjukkan warna hijau di semua lini. Sektor Industrial Goods melesat 3,36% berkat kenaikan Dangote Cement. Sektor Insurance naik 1,18% didorong Cornerstone Insurance (+7,02%). Minyak dan Gas (+0,60%) serta Commodities (+0,47%) ikut terdongkrak oleh aksi beli Aradel (+1,62%). Sementara Consumer Goods (+0,49%) dan Perbankan (+0,07%) ditopang oleh Intbrew (+6,63%) dan First Holdco (+4,38%).
Di sisi lain, saham-saham seperti Consolidated Media & Film Corporation (-10,00%), FTG Insurance (-10,00%), dan Trans Express (-9,99%) menjadi pemberat terbesar. Namun, secara keseluruhan pasar tetap optimistis.
Bagi investor Indonesia, reli di Nigeria ini bisa menjadi indikasi bahwa pasar modal Afrika mulai dilirik kembali oleh dana asing. Dengan imbal hasil year-to-date di atas 50%, NGX menawarkan return yang jauh lebih tinggi dibanding bursa Asia Tenggara. Namun, risiko likuiditas dan volatilitas tetap perlu dicermati. Apakah momentum ini akan berlanjut hingga akhir tahun? Jawabannya akan sangat tergantung pada hasil laporan keuangan kuartal III dan stabilitas politik Nigeria pasca-pemilu.



