Pasar Saham Nigeria Bangkit: Investor Raup Rp 30 Triliun dalam Sehari
Baca dalam 60 detik
- Indeks utama Bursa Efek Nigeria melesat 2,15% pada Senin, didorong aksi beli saham unggulan setelah pekan lalu mengalami koreksi.
- Sektor barang industri dan minyak-gas menjadi motor penggerak, dengan kapitalisasi pasar bertambah Rp 30 triliun menjadi Rp 1.500 triliun.
- Volume transaksi naik 18,4% dan nilai perdagangan melonjak 40%, menandakan kembalinya kepercayaan investor ritel dan institusi.

Pasar saham Nigeria bergerak liar pada awal pekan ini. Setelah mengalami tekanan jual pekan lalu, bursa lokal mencatat lonjakan signifikan yang membawa keuntungan kolektif bagi investor hingga N3,17 triliun atau sekitar Rp 30 triliun. Indeks harga saham gabungan NGX melesat 2,15% dalam sehari, menandai awal pekan yang penuh optimisme.
Kenaikan ini dipicu oleh aksi beli saham-saham berkapitalisasi menengah dan besar di seluruh sektor utama. Para pelaku pasar tampak memanfaatkan harga yang lebih rendah setelah koreksi sebelumnya, sehingga sentimen positif perlahan kembali. Sektor barang industri dan minyak-gas menjadi kontributor terbesar, masing-masing naik 4,89% dan 4,22%. Saham-saham seperti ARADEL, DANGCEM, GTCO, WAPCO, dan MTNN mencatat apresiasi harga yang menonjol.
Secara detail, Indeks All-Share NGX bertambah 4.937,89 basis poin menjadi 234.178,23. Kapitalisasi pasar pun ikut membengkak N3.168,62 miliar menjadi N150,27 triliun. Aktivitas perdagangan juga meningkat drastis: volume transaksi naik 18,40% dan nilai transaksi melonjak 40,18%. Menurut catatan Atlass Portfolio Limited, sebanyak 538,64 juta unit saham senilai N38.701,49 juta diperdagangkan dalam 64.065 transaksi.
ZENITHBANK menjadi saham paling aktif dengan kontribusi 16,62% terhadap volume dan 25,25% terhadap nilai perdagangan. Disusul oleh GTCO (7,89%), FIDELITYBK (6,65%), ACCESSCORP (5,76%), dan JAIZBANK (3,09%). Di sisi gainer, FIRSTHOLDCO dan WEMABANK memimpin dengan kenaikan 10%, diikuti ARADEL (+9,99%), NGXGROUP (+9,96%), VERITASKAP (+9,92%), dan 47 saham lainnya. Sementara itu, NAHCO dan VITAFOAM menjadi yang terpuruk dengan penurunan 10%, disusul CAP (-9,99%), FTGINSURE (-9,94%), dan THOMASWY (-9,45%).
Kinerja sektoral pun hijau semua. Sektor barang industri memimpin dengan +4,89%, disusul minyak-gas (+4,22%), perbankan (+3,05%), asuransi (+2,70%), dan barang konsumen (+0,57%). Kondisi ini menunjukkan bahwa aksi beli merata di hampir seluruh lini, bukan hanya pada satu atau dua sektor tertentu.
Bagi investor Indonesia, pergerakan bursa Nigeria ini menarik dicermati karena pola yang mirip dengan dinamika pasar modal di Tanah Air. Saat sentimen global membaik, aksi beli saham-saham blue-chip kerap menjadi motor penggerak indeks. Namun, volatilitas tetap tinggi karena faktor eksternal seperti kebijakan moneter AS dan harga komoditas. Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah reli ini akan berlanjut atau hanya sekadar technical rebound. Para analis menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek.



