Perpisahan Pahit Ronaldo: Piala Dunia Terakhir Berakhir, Masa Depan di Timnas Portugal Masih Tanda Tanya
Baca dalam 60 detik
- Cristiano Ronaldo mengakui Piala Dunia 2026 adalah turnamen terakhirnya, usai Portugal tersingkir di babak 16 besar oleh Spanyol.
- Megabintang 41 tahun itu menolak mengambil keputusan tergesa-gesa soal pensiun dari tim nasional, meski kekalahan terasa pahit.
- Kepergian pelatih Roberto Martinez dan kegagalan di Amerika Serikat membuka babak baru bagi regenerasi skuad Portugal.

Cristiano Ronaldo untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat adalah turnamen keempat dan terakhir dalam karier internasionalnya. Pernyataan itu keluar setelah Portugal tersingkir secara dramatis di babak 16 besar oleh Spanyol, melalui gol telat Mikel Merino yang memastikan kemenangan 1-0 La Roja di Arlington, Texas, Senin (6/7) waktu setempat.
Dalam wawancara singkat di mixed zone, Ronaldo mengakui bahwa kekalahan itu sulit diterima, terutama karena ia merasa timnya tampil baik dan hanya kalah karena keberuntungan berpihak pada lawan. โSaya sedih meninggalkan Piala Dunia seperti ini. Saya sudah memberikan segalanya, dan saya pergi dengan hati nurani bersih,โ ujar pemain berusia 41 tahun itu. Namun, ia menegaskan tidak akan membuat keputusan gegabah soal masa depannya bersama Selecao das Quinas.
โIni Piala Dunia terakhir saya, ya. Tapi saya akan punya waktu untuk merenung dan bersama keluarga. Saya tidak membuat keputusan dalam situasi panas,โ tambahnya, mengindikasikan bahwa pensiun dari tim nasional belum menjadi pilihan final.
Keputusan Ronaldo untuk menunda pengumuman pensiun bukan tanpa alasan. Ia ingin menghindari spekulasi yang bisa mengaburkan pencapaian tim. Selama membela Portugal, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar bergengsi: Piala Eropa 2016, Nations League 2019, dan Nations League 2025. โSebelum Cristiano Ronaldo, Portugal tidak pernah memenangkan satu pun gelar. Trofi Piala Eropa 2016 sama pentingnya dengan Piala Dunia bagi saya,โ tegasnya.
Kekalahan ini juga menandai berakhirnya era Roberto Martinez sebagai pelatih Portugal. Ronaldo memberikan penghormatan hangat kepada pelatih asal Spanyol tersebut. โSaya senang bekerja dengannya. Pelatih hebat, manusia hebat. Apa yang dia lakukan untuk Portugal patut diacungi jempol. Saya berterima kasih dan mendoakan yang terbaik untuknya,โ ucap Ronaldo.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kepergian Ronaldo dari panggung Piala Dunia menjadi momen emosional. Sosoknya telah menginspirasi jutaan pemain muda di Tanah Air, terutama dalam hal dedikasi dan profesionalisme. Namun, kegagalan Portugal di Amerika Serikat juga menjadi pengingat bahwa regenerasi adalah keniscayaan. Tanpa Ronaldo dan Martinez, Portugal harus memulai babak baru dengan skuad yang lebih muda.
Ronaldo sendiri mengakui bahwa timnya sebenarnya mulai menemukan ritme permainan terbaik. โKami bermain bagus, menurut saya. Pertandingan bisa berjalan ke arah mana pun, tapi itulah sepak bola. Kami harus bangkit dan melanjutkan hidup,โ katanya. Meski frustrasi, ia menegaskan timnya bisa tetap tegak kepala.
Pertanyaan besar kini menggantung: akankah Ronaldo benar-benar pensiun dari tim nasional, atau masih ada satu turnamen lagi seperti Piala Eropa 2028? Keputusan itu, seperti diakuinya, baru akan diambil setelah ia berdiskusi dengan keluarga dan stafnya. Satu hal yang pasti, jejak Ronaldo di sepak bola Portugal sudah terukir abadi.



