Kiper Kecil yang Menggetarkan Dunia: Vozinha Abadi dalam Nama Spesies Baru
Baca dalam 60 detik
- Penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, diabadikan sebagai nama spesies siput laut baru oleh seorang ahli biologi.
- Penghormatan ini diberikan setelah penampilan heroiknya di Piala Dunia, termasuk clean sheet melawan Spanyol.
- Penemuan ini menjadi simbol bagaimana sepak bola bisa menginspirasi dunia sains, sekaligus mengangkat nama negara kecil.

Kiper asal Cape Verde, Vozinha, tidak hanya mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola setelah penampilan gemilang di Piala Dunia, tetapi kini juga diabadikan dalam dunia sains. Sebuah spesies baru siput laut berwarna merah ditemukan di Karibia dan dinamai Aldisa vozinha, sebagai penghormatan atas prestasinya.
Penemuan ini dilakukan oleh Jesus Ortea, seorang ahli biologi asal Spanyol yang juga profesor emeritus di Universitas Oviedo. Dalam laporan ilmiahnya, Ortea menyebut bahwa warna merah dari moluska kecil itu mengingatkannya pada julukan tim Spanyol, La Roja, yang berhasil ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde berkat kegemilangan Vozinha. Kiper berusia 40 tahun itu melakukan tujuh penyelamatan krusial dalam laga yang menjadi debut poin pertama Cape Verde di Piala Dunia.
Cape Verde sendiri merupakan negara terkecil kedua yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Dalam perjalanannya, mereka mampu menahan juara Eropa Spanyol dan bahkan membuat juara bertahan Argentina kewalahan sebelum akhirnya kalah 3-2 di babak perpanjangan waktu pada babak 32 besar. Penampilan Vozinha tidak hanya memukau para penggemar, tetapi juga melambungkan popularitasnya di media sosial. Akun Instagramnya yang awalnya hanya 50.000 pengikut melonjak drastis menjadi 17,4 juta, melampaui atlet sekelas Tom Brady.
Bagi Ortea, ini bukan kali pertama ia memadukan kecintaannya pada sepak bola dan biologi kelautan. Sebelumnya, ia menamai spesies yang ditemukan di Kosta Rika dengan nama Keylor Navas, mantan kiper Real Madrid dan timnas Kosta Rika. Ia juga pernah mengabadikan nama Quini, legenda Sporting Gijon, pada seekor makhluk kecil yang memiliki warna sama dengan klub tersebut. Penghargaan dari Pemerintah Cape Verde berupa Medali Merit pada 2023 menjadi bukti pengakuan atas kontribusinya dalam meneliti perairan negara kepulauan itu.
Di Indonesia, kisah Vozinha bisa menjadi inspirasi bagi para atlet dari daerah terpencil untuk terus berjuang. Sepak bola Indonesia yang tengah bangkit juga memiliki banyak pemain dari latar belakang sederhana yang mampu bersinar di level internasional. Penghormatan seperti yang diterima Vozinha menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi jembatan antara prestasi dan pengakuan ilmiah, sekaligus mengangkat nama bangsa di mata dunia. Pertanyaannya, akankah suatu saat ada spesies baru yang dinamai berdasarkan pahlawan sepak bola Indonesia?



