Zlatan dan Henry Sejajarkan Michael Olise dengan Tom Brady: 'Dia Point Guard Prancis'
Baca dalam 60 detik
- Zlatan Ibrahimović dan Thierry Henry membandingkan peran Michael Olise di Piala Dunia 2026 dengan legenda NFL Tom Brady.
- Winger Bayern Munich itu mencatatkan lima assist, hanya butuh satu lagi untuk menyamai rekor Pelé dalam satu turnamen.
- Prancis akan menghadapi pemenang laga Spanyol vs Belgia di semifinal, dengan Olise sebagai kreator utama.

Winger Bayern Munich, Michael Olise, kembali menjadi sorotan setelah penampilannya membawa Prancis menekuk Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 di Boston. Meski tak mencetak gol atau assist dalam laga tersebut, dua legenda sepak bola, Zlatan Ibrahimović dan Thierry Henry, menyamakan pengaruhnya di lapangan dengan quarterback legendaris NFL, Tom Brady.
Ibrahimović yang bertugas sebagai pundit FOX Sports bersama Henry, menyebut Olise sebagai "point guard" atau pengatur serangan ala Prancis. "Dia melakukan hal luar biasa lagi. Dia adalah Tom Brady-nya Prancis. Saat Anda punya pemain seperti Olise, Anda tak perlu berpikir. Berlari saja, bola akan sampai tepat di tempat yang Anda inginkan," ujar Ibrahimović. Henry menambahkan, "Begitu dia mendapatkan bola, pertandingan selesai. Kami di Foxborough, dan itu adalah umpan loop ala Tom Brady."
Olise memang tidak terlibat langsung dalam dua gol Prancis ke gawang Maroko, namun statistik membuktikan perannya yang vital. Pemain berusia 24 tahun itu mencatatkan sentuhan bola dan umpan terbanyak di sepertiga akhir lapangan dibanding rekan setimnya. Gaya bermainnya yang tenang dan visi lapangan yang tajam membuatnya menjadi otak serangan Les Bleus.
Perbandingan dengan Tom Brady bukan tanpa alasan. Brady, yang menghabiskan 20 musim bersama New England Patriots di stadion yang sama (Gillette Stadium, Foxborough), dikenal karena ketenangan dan akurasi umpannya di momen krusial. Olise menunjukkan kualitas serupa: ia jarang kehilangan bola dan selalu mampu memberikan umpan terobosan yang membuka pertahanan lawan. "Dia di planet lain," puji Henry beberapa waktu lalu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Olise menjadi tontonan menarik karena ia mewakili generasi baru pemain kreatif Eropa. Gaya bermainnya yang elegan namun efisien bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Tanah Air yang bercita-cita menembus level tertinggi. Selain itu, rekor assist yang mendekati legenda seperti Pelé dan Messi menunjukkan bahwa sepak bola modern masih memberi ruang bagi kreator murni, bukan sekadar pencetak gol.
Prancis kini menunggu pemenang laga perempat final antara Spanyol dan Belgia yang akan berlangsung Jumat. Jika Olise mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin ia akan memecahkan rekor assist dalam turnamen ini sekaligus membawa Prancis melaju ke final. Pertanyaannya, bisakah ia mengulang performa gemilang di semifinal nanti?



