Rooney Samakan Penampilan Bellingham dengan Gerrard dan Keane: 'Dia Layak Nilai 10'
Baca dalam 60 detik
- Jude Bellingham mencetak dua gol dalam 98 detik saat Inggris menang 3-2 atas Meksiko di Piala Dunia.
- Wayne Rooney membandingkan performa Bellingham dengan aksi heroik Steven Gerrard dan Roy Keane di Liga Champions.
- Kemenangan ini membawa Inggris ke perempat final melawan Norwegia, memperpanjang asa meraih trofi pertama sejak 1966.

Wayne Rooney, legenda sepak bola Inggris, menilai penampilan Jude Bellingham saat melawan Meksiko di Piala Dunia 2026 layak disejajarkan dengan aksi heroik Steven Gerrard dan Roy Keane di pentas Liga Champions. Bellingham, gelandang Real Madrid berusia 23 tahun, menjadi pahlawan kemenangan dramatis Inggris 3-2 di Stadion Azteca meski bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Dua gol Bellingham yang tercipta hanya dalam rentang 98 detik membalikkan keadaan setelah Inggris tertinggal lebih dulu. Kemenangan ini mengantarkan tim asuhan Thomas Tuchel ke perempat final, di mana mereka akan berhadapan dengan Norwegia. Bagi Inggris, ini adalah langkah penting dalam upaya merebut trofi Piala Dunia pertama sejak 1966.
Dalam podcast BBC-nya, Rooney secara khusus menyoroti momen krusial yang ia sebut sebagai titik balik permainan. "Saya sudah bilang bahwa Jude akan tampil besar saat kami membutuhkannya untuk membawa tim melewati masa sulit," ujar mantan striker Manchester United dan Everton itu. "Lihatlah Steven Gerrard di final Liga Champions 2005 melawan AC Milan, atau Roy Keane saat melawan Juventus untuk Manchester United. Mereka benar-benar menarik tim melewati pertandingan-pertandingan itu. Saya merasa itulah yang dilakukan Bellingham malam iniโdua golnya, timing-nya, kerja kerasnya, dan rasa laparnya."
Rooney tidak hanya memuji kontribusi ofensif Bellingham, tetapi juga kerja defensifnya. Pada menit-menit akhir babak pertama, Bellingham melakukan tekel terakhir yang brilian untuk menggagalkan peluang emas bek Meksiko, Cesar Montes, yang nyaris membuat skor menjadi 2-2. "Secara defensif, kadang ia tidak selalu berada di posisi yang tepat, tetapi hasratnya untuk kembali dan melakukan tekel di menit-menit akhir, serta membantu rekan setim yang mungkin tidak tampil maksimal, itu segalanya," tambah Rooney.
Perbandingan dengan Gerrard dan Keane bukan tanpa alasan. Gerrard mencetak gol pertama Liverpool saat bangkit dari ketertinggalan 0-3 di final Liga Champions 2005 untuk mengalahkan AC Milan lewat adu penalti. Sementara Keane, meski tahu kartu kuning yang ia terima akan membuatnya absen di final, tetap tampil luar biasa saat Manchester United membalikkan defisit agregat 1-3 melawan Juventus di semifinal 1999. Rooney menilai performa Bellingham di laga ini memiliki bobot yang sama, mengingat tekanan dan "jebakan" yang mengelilingi pertandingan di kandang Meksiko tersebut.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, penampilan Bellingham menjadi tontonan yang mengingatkan pada pentingnya sosok pemain tengah yang bisa diandalkan dalam momen krusial. Di tengah maraknya talenta muda Indonesia yang mulai merambah liga Eropa, performa Bellingham bisa menjadi tolok ukur bagaimana seorang gelandang modern harus mampu berkontribusi di kedua sisi lapangan. Pertanyaan besarnya sekarang: akankah Inggris mampu mempertahankan performa ini hingga akhir turnamen, atau justru Norwegia yang akan menjadi batu sandungan berikutnya?



