Jeremy Doku: Senjata Rahasia Belgia untuk Menaklukkan Spanyol
Baca dalam 60 detik
- Winger Manchester City itu baru tampil tiga kali sebagai starter di Piala Dunia 2026, namun kecepatan dan dribelnya dianggap sebagai kunci membongkar pertahanan Spanyol yang belum kebobolan.
- Pelatih Rudi Garcia dikenal gemar mengubah taktik; setelah sukses besar melawan AS, ia diperkirakan akan menyusun skema baru yang mengandalkan Doku sebagai pembeda.
- Doku mengakui perlu meningkatkan ketajaman mencetak gol untuk menjadi winger terbaik dunia, dan mantan pemain Belgia Marc Degryse yakin ia akan 'meledak' di turnamen ini.

Di tengah euforia kelahiran putranya, Jeremy Doku justru menjalani Piala Dunia 2026 dengan perasaan pahit-manis. Winger Manchester City itu hanya tiga kali menjadi starter dari lima laga Belgia, dan terakhir kali ia duduk di bangku cadangan saat timnya melumat Amerika Serikat 4-1. Namun, saat semifinal melawan Spanyol di Los Angeles, Jumat mendatang, Doku bisa menjadi kartu truf yang dimainkan pelatih Rudi Garcia.
Garcia, yang dikenal sebagai arsitek taktik ulung, sukses besar saat memarkir Doku dan memilih Dodi Lukebakio serta Leandro Trossard di sisi sayap. Keduanya bekerja keras, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Namun, Spanyol adalah lawan yang berbeda: pertahanan mereka belum sekalipun kebobolan sepanjang turnamen. Di sinilah Doku, dengan kecepatan dan kemampuannya melewati lawan, menjadi opsi yang menggoda.
โDoku memiliki kualitas disruptif yang bisa digunakan untuk membongkar pertahanan Spanyol,โ kata analis sepak bola Belgia, Marc Degryse, mantan pemain tim nasional. Degryse menambahkan, โSaya pikir Doku akan meledak di turnamen ini.โ Keyakinan itu muncul meski performa Doku belum konsisten. Ia sempat sakit dan terbang ke London untuk menyaksikan kelahiran anaknya, sehingga absen saat melawan Iran. Di laga melawan Selandia Baru, ia ditarik keluar sebelum jam pertama karena kelelahan. Pada babak 32 besar, ia juga diganti lebih awal, meski Belgia akhirnya lolos dramatis dari kekalahan melawan Senegal.
Ambisi Doku untuk menjadi winger terbaik dunia masih terbentur oleh satu kelemahan: produktivitas gol. โJika saya punya gol-gol itu, saya yakin saya bisa sampai ke sana,โ ujarnya. โSaya merasa assist sudah cukup baik, tapi saya harus lebih sering berada di area yang memungkinkan mencetak gol mudah, seperti tap-in.โ Di level klub, ia menunjukkan peningkatan signifikan dengan lima gol dalam dua bulan terakhir musim lalu, namun di tim nasional ia belum mencetak gol sejak November 2025 melawan Liechtenstein.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, cerita Doku mengingatkan pada dilema yang sering dihadapi pemain sayap cepat: antara menjadi pengumpan ulung atau penyelesai akhir. Di Liga 1, banyak pemain sayap lokal seperti Febri Hariyadi atau Saddil Ramdani juga bergulat dengan masalah serupa. Namun, konteks Piala Dunia memberikan tekanan lebih besar: satu kesalahan bisa berarti tersingkir. Garcia, yang pernah menangani klub-klub besar Eropa, pasti mempertimbangkan matang-matang apakah akan memainkan Doku sejak awal atau sebagai pemain pengubah permainan di babak kedua.
Pertandingan melawan Spanyol akan menjadi ujian sejati bagi Doku. Jika ia mampu tampil gemilang, namanya akan melambung sebagai salah satu winger terbaik turnamen. Jika tidak, ia mungkin hanya akan dikenang sebagai pemain yang gagal memenuhi ekspektasi. Satu hal yang pasti: pelatih Garcia punya reputasi untuk mengubah taktik, dan Doku bisa menjadi senjata rahasia yang membuat perbedaan.



